Pemimpin Duka Cita…


karya kang: @ibnuharits99

Di depan mata kita setiap hari. Uang, jabatan, dan popularitas masih menjadi pusat gerak-gerik dan perpecahan antar manusia. Pemimpin Indonesia yang dengan sengaja meyakiti hati masyarakatnya, dan tidak merasa bersalah di saat malam hari, adalah mahkluk Allah yang sanggup mengubur dirinya sendiri kelak ketika mati.  Semoga isi hati kita semua berisi cita-cita yang sama: hidup tidak berlebih-lebihan dalam segala hal.. Dan mencintai Kanjeng Nabi Muhmmad Saw. Baca lebih lanjut

Iklan

Surat Cinta Kepada Sejarah


karya kang: @ibnuharits99

Oleh Allah Swt, Kanjeng Nabi Muhammad Saw, pada saat itu diberi keluasaan cinta dan ilmu. Jika sampean sulit sekali memahami seseorang di lingkungan sekitarmu dengan ilmu, dengan akal, dengan rasionalitas, dan perangkat wilayah ilmu. Cukup dekati, cukup pahami, orang-orang semacam itu dengan keluasaan cinta. Karena itulah inti dari islam. masyarakat kita itu dari era-ke-era, dari desa-ke-desa jauh di lubuk hatinya  ‘yanzhuruuma ilal ummah bi’ainir rahmah,’ masyarakat yang menampung keganasan pemimpin-pemimpinnya dengan kaca mata kasih sayang. Baca lebih lanjut

Mudik Dan Merenungkan Kembali Pemikiran Islam Kita


IMG-20180402-WA0049

karya kang: @ibnuharits99

Dengan ringkas. Aku menghaturkan teramat khusus lewat tulisan ini — tentu sampean-sampan semua akan setuju jika mengucap terimakasih kepada Kh. Abdul Wahah Chasbullah. Karena pada tahun 1948 telah merintis sekaligus menggagas istilah ‘halal-bi-halal’. Ritus budaya mudik setahun sekali yang sekarang kami petik buahnya dan mensyukurinya sesudah melepas rindu dengan keluarga di desa. Di lapisan masyarakat dusun, punggawa Mangkunegara satu beserta jajaran keraton turut serta membuka jalan peradaban dengan memberi contoh sikap welas asih dengan saling memberi maaf. Aku kok meyakini, sepertinya nukleus budaya ‘islam jawa berpeci’ lahir dari peristiwa indah ini. Baca lebih lanjut

Mudik dan Pesan Dari Langit


IMG-20180402-WA0049

karya kang: @ibnuharits99

Di desa saya, kebudayaan, “Monggo pinarak?’ masih sering kita jumpai dari pintu ke pintu. Simbol dari romantisme hidup berdusun-dusun di tengah zaman perkotaan yang semakin tidak mengenal manusia. Dan berjarak. Aku menaruh hati dan hormat kepada seseorang yang mau bersaudara meskipun tidak sedarah.  Sedang Allah mengirimkan kabar dari langit tentang persaudaraan silaturohim via surah Al Hujarat.  ila lita’aarofuu’. Yang garis besar informasinya, ‘Agar kamu saling mengenal.’ Mudik ke desa, salah satu prestasi terbesar manusia abad modern adalah mendalami kembali apa arti hidup. Merenungkan kembali betapa dahsyat kebudayaan desanya.   Baca lebih lanjut

Selang-Selang Infus dan Zaman Koyak Moyak


IMG-20180402-WA0049

karya kang: @ibnuharits99

Akhirnya sebulan yang lalu saya benar-benar ‘tewas’. ‘Tewas’ disini bukan berarti meninggalkan kasunyatan dunia. Tapi tumbang oleh suatu mahkluk utusan dari langit yang entah saya tidak tahu kapan ia nemplok dan aksesebel terhadap kondisi saya. Seorang kawan mengantar saya masuk ruang unit gawat darurat. Sesudah tangan kanan saya di masuki benda asing dan selang-selang cairan, ia berkomentar, ‘Wong pendekar kok kalah sama nyamuk!’ saya membalas agak halus, ‘Cak, kurang ajar sampean,’ hehehe. Saya tumbang oleh mahkluk yang sejarah penciptaanya dimulai dari bahtera kapal Baginda Nabi Nuh. Baca lebih lanjut