Kampus Perjuangan

 

Wah, ternyata hampir 4  minggu ane gak corat coret, rasanya jadi kangen..hehhe… Penulis mau shering aja sama teman-teman semua  semoga aja bisa bermanfaat apa lagi bisa jadi referensi atau inspirasi,’ wah…sok sweet aj…hehe….atau bahkan barang kali bisa jadi bahan diskusi. Hidup Diskusi……!!!!

Teman teman semua sudah tau kan sejarah kampus kita,?? Kampus kita ini sebenranya kampus perjuangan,  ini sejarahnya baca aja ; Pada tanggal 20 April 1972 Yayasan Pendidikan Universil (UNEF) sekarang PERPENDIKNAS, mendirikan Lembaga Pendidikan Tinggi Swasta Tingkat Akademi dengan nama Akademi Pajak Dan Keuangan (AP&K ) Surabaya. Pada bulan Januari 1978, AP&K mengalami perkembangan secara vertical maupun horizontal, yang akhirnya terwujud dengan nama Sekolah tinggi pajak dan keuangan (STIPAK) Surabaya Berhubungan ilmu perpajakan sudah tercantum dalam disiplin ilmu keuangan, maka berdasarkan surat keputusan kopertis wilayah VI (waktu itu) nomor : 97/1/80 tanggal 26 Agustus 1980 memberikan ijin operasional dengan nama Sekolah Tinggi Keuangan Indonesia (STIKI) Surabaya.

Kemudian berdasarkan surat Keputusan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan nomor : 071/0/1985 tanggal 18 februari 1985 nomor urut 13 dan nomor : 9364/0/1986 tanggal 14 mei 1986 nomor urut 14, nama STIKI berubah menjadi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia (STIESIA) Surabaya hingga sekarang. Berdasarkan surat keputusan Yayasan Pendidikan Universil (sekarang PERPENDIKNAS) nomor : 024A-DM/kapts/VIII/80, ditetapkan bahwa tanggal 20 April 1972 adalah hari jadi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia (STIESIA) Surabaya.

Na, sudah tau kan sejarahnya  kampus kita yang selalu mengikuti trens  ‘’kebutuhan’’ yang ada di masyarakat atau kalau di anologikan dengan perusahaan pandai membidik market. Rasanya kampus ini kalau di lirik bisa di bilang kampus perjuangan. Lihat aja itu perjuanganya dari tahun berdirinya sampai sekarang sudah ganti nama  4 kali. Kita beri uplos buat para pejuangnya…ehehe..

 

Lalu  mari kita lihat dengan mahasiswanya atau sivitas akademikanya, rasanya malu  kalau tidak memiliki mental ‘’pejuang’’. Mahasiswa yang memilki mental pejuang tentunya harus tau tentang peran fungsi sebagai mahasiswa, banyak yang mengatakan nasib Indonesia masa depan ada di tangan pemuda. Salah satu elemen dalam pemuda (mahasiswa).

 

PFM itu peran fungsi mahasiswa. PFM ada 4, yaitu agent of change, moral force, iron stock, and social control. Hayooo tau artinya kagak gan? Upss….ngapunten’’ kalo masih ada yang belum tau, asal gak karena terbentur TOEFL aja. (ane diskusi nih hhe). Sori kalo penulis tanya hal ini dan sok-sok an sebutin semua peran dan fungsi mahasiswa. Faktanya, ada banyak sekali mahasiswa yang lupa akan peran dan fungsinya. Mereka cuman fokus belajar tanpa mempedulikan orang-orang sekitarnya. Mereka pikir, dengan mereka belajar serius, mereka telah melakukan “apa yang seharusnya” mereka lakukan. Karena dengan begitu mereka dapat IP yang bagus, kemudian bisa lulus cepat (asal gak DO aja ya), kerja, dapat duit banyak, nikah dapet cewek cakep, dan ini itu lainnya. Mahasiswa-mahasiswa ini lupa kalo mereka juga dibantu banyak orang, walaupun orang-orang ini tidak kenal mereka, yang memiliki harapan besar kepada mereka agar mereka bisa mengubah nasib dan kondisi bangsa dan negeri ini. Siapa itu ? Rakyat atau ane lebih suka menyebut mereka dengan sebutan ummat. Harusnya, kita sebagai mahasiwa juga memikirkan nasib rakyat/ ummat. Itulah sebabya aktivis-aktivis kampus sering berteriak HIDUP RAKYAT INDONESIA.. (mudah-mudahan gak salah)

Btw, ada satu teriakan yang lebih bermakna kawan, yang bisa menyempurnakan semangat kita untuk melakukan peran dan fungsi kita sebagai mahasiswa. Untuk berkontribusi pada almamater, masyarakat dan bangsa. Pekikan kita semacam salam solidaritas, hidup mahasiswa, dan hidup rakyat Indonesia. Apa itu? Pekik takbir jawabannya. Kenapa? Wah, agan-agan pasti tahu kampus kita adalah kampus perjuangan. Itu karena ada semangat perjuangan arek-arek Suroboyo pada tanggal sepuluh November.. Sepuluh November yang kemudian menjadi hari pahlawan, pada saat itu dipekikkan dengan lantang oleh Bung Tomo teriakan takbir, Allahuakbar! Pekikan itu bisa membakar semangat arek-arek Suroboyo sehingga bisa melawan habis tentara Sekutu pada waktu itu.*plok.plok.plok (tepuk tangan ini gan, hhe). Pengen teriakin itu? Kapan lagi bisa teriak-teriak, nambah semangat, dapat pahala pula.

 

 

Alangkah indahnya kalau kita bisa menjanlan peran fungsi mahasiswa itu dilandasi dengan mental pejuang dan slalu beribadah sesuai agama dan kepercayaan masing-masing. Nah, saatnya menjadi mahasiswa-mahasiswa yang bersahaja. Mulai dari hal yang kecil aja dah, misal: ada kajian di jurusan atau di kampus? Datang! Ada mentoring? Datang! Ini ni mahasiswa gaul saat ini. Selamat berkontribusi untuk almamater, masyarakat, dan bangsa sebagai seorang mahasiswa dengan jiwa baru! Kalo kata kawan-kawan gan, SEMANGKA! Semangat karena Allah!

 

 

Warung Diskusi

Iklan

Monggo pinarak?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s