freeport bentuk ”Penjajahan Modern”..!!!

Penulis : Writer Boediinstitute

Siapa yang tidak mendengar PT. Freeport?  Nama perusahaan ini sudah begitu familiar di telinga masyarakat Indonesia bahkan di dunia internasional lantaran perusahaan ini merupakan perusahaan tambang emas terbesar se-antero jagad raya.

 

lalu siapa yang mengelola pertambangan ini? bukan negara ini tapi AMERIKA prosentasenya adalah 1% untuk negara pemilik tanah dan 99% untuk Amerika sebagai negara yang memiliki teknologi untuk melakukan pertambangan disana. Sungguh kontrak kerja yang merugikan tidak adil. Pertanyanya, kenapa pemerintah duduk diam saja melihat harta negeri ini di jarah oleh negara asing.????

 

 

Cobalah lihat, baca  pasal 33 ayat 3 UUD 1945. Disebutkan bahwa kekayaan alam yang terkandung di dalam bumi ini dikuasai oleh negara, bukan pihak asing. Ditambah lagi, kekayaan di dalam bumi itu dipergunakan sebesar-besar untuk kemakmuran rakyat bukan kemakmuran negara lain atau justru menderitakan rakyat.

 

 

Freeport hanyalah tamu, seaandainya  ada tamu berkunjung dan menginap di rumah kita, kemudian tamu itu tidak tahu diri dengan menguasai stok makanan di dapur, berlagak seperti tuan rumah, bahkan memperlakukan tuan rumah seperti pembantu, salahkah jika kemudian kita mengusir si tamu?.

 

Mengerikan melihat situasi seperti ini seharusnya Indonesia bisa menjadi negara terkaya di dunia hanya dengan memanfatkan kekayaan alam bumi Cendrawasih. Pantas saja rakyat PAPUA  menuntut kesejakteraan la wong ibaratnya ‘’anak ayam mati di lumbung padi’’ kini para saudara kita disana berjuang melawan penjajahan modern, mereka dimiskinkan  lewat kebijkan pemerintah yang tidak memihak kepada rakyatnya.

 

Cobalah mari kita bayangkan jika kita tinggal di tanah Cendrawasih. Rasakan bagaimana mereka diperlakukan tidak adil oleh negaranya sendiri. Mereka berjuang sendiri mengusir ‘’tamu’’ yang belagak jadi tuan rumah. Mau minta tolong pada siapa lagi ketika  pemerintah justru bermesraan dengan pihak Freeport dalam ranah negosiasi.Kini beritanya tak lagi kita dengar, media terlalu teralih dengan berbgai kasus besar yang terus bermunculan di negeri ini.

 

Ternyata selain emas ditemukan juga tembaga tepatnya di kedalaman 400 meter ditemukan kandungan mineral yang harganya 100 kali lebih mahal dari pada emas, ya.. dialah URANIUM! bahan baku pembuatan bahan bakar nuklir itu ditemukan disana. belum jelas jumlah kandungan uranium yang ditemukan disana, tapi kabar terakhir yang beredar menurut para ahli kandungan uranium disana cukup untuk membuat pembangkit listrik Nuklir dengan tenaga yang dapat menerangi seluruh bumi hanya dengan kandungan uranium disana.  

 

 

Sejak tahun 1967,  ketika pertambangan ini dibuka hingga sekarang, pertambangan ini telah mengasilkan 7,3 JUTA ons tembaga dan 724,7 JUTA ons emas. Tebak berapa nilainya kalau di rupiahkan ? sungguh angka yang sangat fantastis bukan. lihat sumbernya di sini http://www.ptfi.com/  . Selain itu ICW (Indonesia Corruption Watch) menumukan fakta bahwa perusahaan ini telah merugikan negara dari aspek hukum dan royalty pada tahun 2002-2010 sebesar US$ 176,884  atau setara dengan Rp. 1, 501 triliyun. (sampai artikel ini diturunkan belum diketahui berita mengenai pembayaranya kepada pemerintah).

 

 

Selayaknya pemerintah mulai sekarang mengusir ‘’tamu yang tidak hormat tersebut’’ mau menunggu sampai kapan? Mau nunggu sampai emasnya habis. Biarpun kontrak telah ditulis dan Indonesia bakal terkena sangksi hukum tapi itu harus di kesampingkan  demi nasionalisme dapat berdiri, demi rakyat papua. Indonesia punnya sumber daya manusia yang mampu utuk mengolah Freeport dan jawabanya ada di pergurun tinggi serahkan semuanya pada ITS dan ITB. Maupun perguruan tinggi lain yang memiliki kualitas dan track record.

terimakasih yg sudah membaca note ini, semga bisa membuka mata kita tentang ketidak adilan di negeri ini.

Iklan

Monggo pinarak?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s