Balada 07.00 Gerabang Sekolah

Part 1

Sewaktu gue kelas 3 SMA, gue punya temen namanya Slongor lama-kelaman akirnya slongor jadi soulmate gue deh. Awal mula gue nge-soulmate sama Slongor gara-gara kita duduk sebangku.  Kemana-mana sudah kayak ampol  sama prangko, di situ ada slongor pasti ada gue juga. Mulai dari berangkat sekolah, pulang sekolah, sampai-sampai pergi ke kantin saja berduaan  #Beruntung temen gue waktu  di SMA kagak ada yang bilang sepasang kekasih yang siap  naik ke pelaminan#.

Sedikit profil dari Si Slongor: Kenapa namanya Slongor, ia karena tinggi badanya setinggi tower telfon seluler di samping sekolah, setiap hari senin upacara tiba, Slongor tidak pernah baris di depan, maunya berdiiri di tengah-tengah, bisa di lihat dari kejauhan pasti mirip mercusuar di sebuah pulau.

Dia di kenal sesok pria tinggi besar, berjamban, berkumis tapi dikit. Tampangnya garang, agak sedikit maco tapi masih gantengan gue kok. Ada sedikit keganjilan dari sesosok pria berwajah garang ini, usut punya usut ternyata meskipun berwajah garang, tapi hatinya berjiwa “ciribel’ musik India menjadi ke gemarannya saat nongkrong ketika jam pelajaran kosong.

Kemana-mana menteng-neteng MP3 dengan lagu kesayanganya itu. Lambat laun akrinya berubah menjadi  lambat cepat Slongor sukses terinveksi virus  “kuch-kuch matane’’ eh salah, ‘’kuch-kuch ho ta hey’’. Derita tiada henti, bahkan saking tinginya Slongor merasa kesulitan ketika membeli celana, karena tidak ada ukuran yang sesuai dengan tinggi badanya.

Di kabarkan slongor tahun ini kagak naik kelas, dia di kenal  siswa yang nakal. *Mudah-mudahan Slongor kagak baca tulisan ini*. Kebongkar semua deh keburukanya. -__-

Derita bagi gue, lantaran setiap hari berjibaku dengan Slongor, akirnya dengan sukses Si Slongor menularkan virus ke-nakalannya ke gue. Gue selama ini gue mendapat predikat siswa yang rajin di lingkungan sekolah. Setelah ber-sulmate dengan Slongor “pangkat” gue berubah menjadi siswa yang sering telat datang ke sekolah.

Gerbang sekolah tutup jam 07.00 pagi, di gerbang sudah siap siaga seorang satpam berbadan tinggi besar, perawakannya menyerupai Arnol pemeran film Terminator, Pak Rohmat namanya. Seorang satpam yang mahal senyum dan tidak pernah ber-soulmate dengan siswa yang datang terlambat. Lega deh, Pak Rohmat tidak punya teman yang nakal. (“_-)

Tangannya yang kekar (berotot) membawa buku dengan sepasang pensilnya siap menyambut siswa yang melanggar “pasal” 7. 😉

Sudah 2 kali gue dan Slogor menjadi korban keganasan pensilnya Pak Rohmat. Telat yang pertama berupa teguran dari Pak Rohmat

‘’syukur deh ringan, cuman di tegur artinya besok-besok boleh datang terlambat ia Pak.’’ Ejek gue ke sambil menatap muka Pak Satpam.

‘’Tiap hari juga boleh,’’ sautnya  dengan bibirnya yang manyun.

 

Baru yg ke-2 kali ini nama gue dan Slongor di Ekspor ke “meja hijau” ruang BP. Ketegangan mulai terjadi. Di pikiran gue menceruat bakal di kenakan hukuman. Gawat-gawat gawaaaaaaaaaaaaaaaaaat *pikiran gue panic*

Kebayang kalau di jemur di bawah tiang bendera sampai pulang sekolah, padahal gue bukan jemuran. Bisa berubah deh kulit gue jadi gelap *Sekalian saja, berubah satria baja hitam, memebela hak azazi siswa yang telat datang ke sekolah*  atau paling kejam di suruh bersihin kamar mandi yang penuh dengan bau pesing.

Gue berdoa ketika mendapatkan hukuman ini, penyakit pilek bisa mendiami hidung gue, dan akrinya idung gue terhindar dari mara bahaya. Legaaaaa.

 

‘Kenapa terlambat ?’ tanya guru BP, dengan wajah yang merona merah.

“Bbbangunya kesiangan Pppppaaaakkk,’’ saut Slongor sambil gugup.

‘’Eee  Berangkat gue ngikut Slonggor Pak,’’ timpal gue.

“Kalian sudah 2 kali datang terlambat, 1 kali lagi  abis kalian,’

Gue tidak bisa menjawab apa-apa.

‘Yaaa… Sudah kembali ke kelas sana kalian berdua,’ celetuknya.

‘Sujud syukur sujud syukurrrr akrirnya selamat untuk ke dua kalinya,’

Jawab gue gak yakin.

Dengan ritme kecepatan tinggi, gue berjalalan di depan Slongor,  menapaki bekas ketidak yakinan terbebas dari jeratan hukuman dari Pak ‘Hakim’ untung kagak ada jaksa penuntut umumnya -__- .

Di tengah perjalan menuju ruang kelas gue nyeletuk

,”Ni semua gara-gara loe Ngorr-Slongor, makanya kalau tidur otaknya di pasangin jam weker begokkkkk”

Tangan Slongor menepuk pundak gue, ‘Iya mulai besok gue pasangin jam weker di  kamar.’

Akirnya drama persidangan jilid II dengan topik melanggar pasal 07.00 telah terbebas dari vonis. Slongor dengan pikiran labilnya kapok dengan kejadian ini dan gue bangga akan kembali merebut embel-embel *bukan gembel* siswa terajin binti disiplin.  Pasca peristiwa ini gue dan Slongor hidup kembali normal seperti siswa yang rajin pada umumnya.

Setiap jam 06.00 pagi gue sudah di rumahnya Slongor, tetap saja pikiran labilnya Slongor kambuh lagi (—_____—). Dengan suara dengkuran hidungnya se-gede idung sapi terdengar dari luar kamarnya. Karena berangkat gue ngikut Slongor terpaksa gue yang bangunin. Begitulah labilnya Slongor begitu abis kena hukuman besok-besoknya kembali kambuh lagi.

Masih inget banget waktu itu tepat jam 00.00 ß jam 12 malam maksutnya, gue nyalain TV kebetulan ada film Warkop DKI (Dono, Kasino, Indro) di salah satu Stasiun kereta api nasional, eeeeh salah, stasiun TV nasional maksutnya . Dengan lagu hitsnya, ‘mama yukero, mama yukero mama yukerooo mamaa, hati beta, hati beta, Lanjjutin deh gue gak apal liriknya. Saking asyiknya gue nonton sampai selesai terlarut pagi, tepat jarum jam dinding di rumah gue dengan kejamnya menyogok di angka 01.30. Karena sudah terlarut malam akirnya gue menyudahi pekelahian gue dengan Si Tv.

Kesokan paginya wal hasil bangun gue masih pagi banget, tepat pukul 06.30 dengan kaki tunggang langgang gue lari menuju kamar mandi, teringat kalau terlambat 1 kali lagi gue dengan Slongor bisa abis kena vonis. Tak henti gue di kamar mandi berdoa Ya tuhan selamatkanlah idung gue. Berfikir kalau telat bakalan bersihin kamar mandi.

Tinggal sisa waktu 30 menit lagi Pak Rohmat bakal bangkit dari kuburnya dan gentayangan mencari mangsa, bisa abis riwayat gue kalau jadi mangsanya. Yang biasanya gue mandi 15 menit kini dengan singkatnya gue cuman mandi 5 menit. Dengan baju abu-abu model semrawut gue menyongsong lorong jalan menuju rumahnya Slongor, sambil berharap semoga Slongorr  udah bangun.

***THE END***

Tunggu Episode Selanjutnya di Part II Minggu Depan

Salam ngetwit à https://twitter.com/@boedipanggul

Iklan

3 thoughts on “Balada 07.00 Gerabang Sekolah

Monggo pinarak?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s