Gadis itu Bernama Widy_bawel

Kekasih…., mungkin kita harus wajib memberi ucapan terimakasih secara langsung kepada pendiri akun jejaring sosila facebook Si Mark Zuckerberg. Awalnya aku iseng-iseng bukak akun profil facebook temenku, tak-tau dan gak aku sengaja pas di profil facebook-nya  aku  melihat sepotong foto cantik yang berbinar dan mulai mengaburkan mata batinku. Secara spontan tangan kananku mengeser mose ke link “add frend” lalu aku klik kanan. Permintaan pertemanan sudah di kirim.

Sehabis magirp setelah berbuka puasa, aku buka akun facebook-ku permintaan pertemananku sudah kamu “konfirmasi/uprove”. Memang aku sengaja, gak langsung Tanya siapa namamu, ataupun basa-basi maupun jenis modus lain yang bertujuan untuk meminta keterangan dari pribadimu. Karena grusa-grusu atau dalam istilah bahasa jawa yang lain menyebutkan kesusu itu tidak baik, terlalu nguber dan ngebet tanpa rem itu sama halnya blunder.

Jam 03.00 ketika suara sahur-sahur mulai bersahutan, hari itu aku hanya sahur dengan segelas air putih. Selang tak lama, aku kirim inbok ke akun facebookmu,” Terimakasih mbak sudah konfrimasi, salam kenal: ttd Budi,”  kau-pun membalasnya dengan cepat tanpa aku sadari,”Iya…. sama-sama salam kenal juga,” Di saat setelah sahur selesai memang para pemakai facebook sibuk menjawab pertanyaan dari sang empunya,” What’s on your mind ?,” jadi tak ada salahnya jika para pemakai akun jejaring social ini selalu memasang status, karena empunya sellau bertanya dan wajib di jawab namanya juga hubungan social.

Aku lihat kamu membalas pesan inbok-ku pakai blackberry, itu terlihat dari ketikan kalimatmu dengan roul model tulisan hias,”Iya…..,” tanpa berfikir panjang, jariku menari di atas “qwertyku” dengan  tutur halus menyebut,” Boleh minta pin bb-nya, ?” kamu yang sehabis sahur menunggu sholat subuh terhuyung-huyung membalas inbok-ku,” Boleh, ini pin bb-ku,”

12fb5….. (sensor)…. Aku invite blackberry messenger-mu, dengan meng-enter Recent Updates, new contak: Widy Astuty. Kekasih, dari situ kita mulai saling mengenal, kau tanyakan pribadiku, begitu juga dengan aku sebaliknya. Ternyata kau jauh di kota tengah sana. Dan aku belum tau persis Dimana singgasanamu itu. Meskipun aku tau kota itu. Tapi aku masih buta jalan untuk kesana. Sekitar 2 jam perjalanan dari kediaman orang tuaku, dimana disitu aku tinggal. Ya…. Seiring berjalanya hari, yang kian merangkak berganti tanggal. Kita semakin asyik, bahkan semakin dekat, ternyata suaramu gak asing di telingaku. Agakanya mirip-mirip suara Pesinden sekaligus seniman Soimah itu.

Obrolan kita sudah beganti topik, nampaknya setiap hari menu wajibnya adalah sudah sampai kirim foto, bisa di bilang tukeran foto via bbm. Hm…. Sudah deket saling saja, bahkan kau kau rutin kirim “sinyal” untuk membangunkanku hanya sekedar untuk sahur.

 

 

Puncak dari obrolan ini, kau menuyuruh ku untuk main ke singgasanamu, meskipun dalam keadaan bulan ramadhan yang kian dekat dengan tanggal 1 swawal, aku tetap ngengkel, ngeyel, untuk menemuimu. Di tenggah terik aku bergegas berangkat, di tengah jalan, di ibu kota dimana letak aku tinggal, aku tak sendiri, teman sek kampusku menemaniku. Aku datang ke kotamu membawa dua maksud. Maksud  yang pertama mengatarkan kawanku untuk berbelanja baju lebaran, sekaligus aku ngapalin jalan tengah kota yang penuh persimpangan itu. Maksud ke-2 yang untuk menemuimu, sekaligus menemuimu untuk yang ke-sekian kalinya.

Dua jam sudah berlalu, aku sudah ada di salah satu pusat perbelanjaan baju lebaran, aku mengabarimu, aku di tengah kota-mu,” aku di apolo,” alamat lengkapmu  dimana,” ? begitu kira-kira bbm-ku yang aku kirim. “Lanjutkan saja belanjanya dulu, alamatku disini…*….disini*  …aku masih pijat mas, aku tadi kecapean nganterin ibuk, ntar kalau sudah selesai aku kabari,’!!!.

Baju lebaran, kemeja lengan panjang mengakiri aku dan kawanku sekampus ini di ‘apollo’, batin ini semakin berderang untuk melihatmu. Aku menysuri lengkungan jalur tengah kota ini. Melewati 1, 2, 3, 4, 5, trafik light istilah kerenya adalah lampur merah, noted kecil sudah siap, membantuku untuk sekedar menulis, begitu kira-kira caraku untuk merekam jalan tengah kota ini.”Aku sudah di dekat spbu, yang kamu bilang tadi, rumahmu dimana,’’… ‘’di sebelah SPBU ada gang, masuk saja, aku tungu lo,’” !!

Ternyata benar, setelah aku masuk gang, yang tak bertuan dan tak bernama,  tak berinisial itu, kamu sudah menungguku. Di ujung gang, berdiri di samping motor metik, Semburat senyum-mu mulai menyambutku. Senyum-mu menghempas, berbinar seperti pertama kau melihatmu di foto itu dan memang benar, Senyumu pecah berserakan di keheningan siang itu. Kekasih kau lebih tampak cantik dari apa yang ada di foto itu. Rambutmu yang lurus terurai panjang mengepmas-hempas di terpa angin.” Oh…..kamu widy…cantik juga yah,” ?silahkan,,masuk mas terimakih lo sudah mau mampir ke sini, sering-sering juga boleh.’ Nada dentingan sauaramu pertama kali secara nyata aku dengar, sangat ramah dan lembut, begitu dingin. “Tunggu-tunggu, ini pesan buku-mu tempo hari itu……kalau kamu kangen aku peluk saja itu buku…kekasih,’ gumam dalam hati.

“hhhhmmmmmmmmm… .. … ..!!!!!

Twitter: Boedi.S. Totoraharjo@boedinstitute

Iklan

Satu respons untuk “Gadis itu Bernama Widy_bawel

Monggo pinarak?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s