Nenek_ku Lebih Hebat Dari “Rambo”

Orang-orang zaman dulu itu memang panjang-panjang umurnya ya, usianya saja bahkan  mayoritas sampai ratusan tahun. Hebat, karuniamu Ya Allah. Bandingkan saja dengan zaman sekarang, era-nya  kemajuan tehnologi bahan makanan serba berbahan kimia, padi di sawah saja sudah pakai pestisida, seharusnya pakai pupuk  organic kan bisa, semacam pupuk kandang. Pupuk yang langsung di ambil dari peternak, alami kan.

Di era sekarang ini jadi serba Si malakama ? kalau gak makan, keliren (kelaperan, ekstrimnya mati kelaparan)  kata orang jawa bilang, kalau makan ngimbas tu bahan-bahan kimia ke tubuh. Yang penting pola hidup sehat aja deh, rajin-rajin olah raga gitu tiap hari, asal bukan olah raga main catur.

Ambil randem aja deh, sekarang ini banyak kok yang usia di angka 60 sudah *uhuk-uhuk* batuk, beserta penyakit lain sudah mulai timbul dan bergejala. Kalau di uji ilmiah, di teliti pasti ada bedanya dampak mengkonsumi makanan alami dengan makanan bercampur bahan kimia terhadap perkembangan, pengaruh kesehatan dan tubuh.

Aku ambil contoh, nenek-ku kelahiran tahun 1933, dia cewek. *kan nenek, jelas cewek, perempuanlah*. Zaman penjajahan nenek-ku masih ngalami lo tentang perisitiwa peperangan melawan penjajah bin heroik itu, dan sering cerita-cerita tentang masa itu, neneku sering menyebutnya penjajah itu dengan sebutan “LONDO”. Jadi ya, masih inget banget tentang sejarah yang di alami di tanah kelahiran negerinya ini. Sekarang usianya sudah genap di angka 80.

Kalau di lihat dari segi fisik sih, masih mirip seperti aktor pemeran film “RAMBO” masih sehat, alhamdulilah. Cuman ada sedikit kendala sih, matanya sudah gak sebegitu normal pengelihatanya. Sama satu lagi yang ketinggalan, giginya sudah ilang semua, bahasa jawanya “ompong”. Jadi kalau makan gak di kunyah gitu, langsung di telen. Semoga kalau pas lagi makan telur gak langsung di telen, bahaya kan.???

Nenek sering bercerita, kalau orang-orang zaman dulu itu, yang di makan beda banget dengan zaman sekarang. Makanan yang di masak zaman dulu serba di kukus, kalapun di goreng, minyak-nya pakai minyak kelapa, bukan minyak dari kelapa sawit. Itu bedanya. Lagian tangal kelahirannya aja gak apal, kayak pak Dahlan Iskan aja kisahnya. Sama. Jadi di tanggal kelahiran yang tertera dalam KTP itu ngawur, asal-asalan. Kasihan nenek, gak bisa ngerayain hari ulang tahunya dengan benar.

Rutinitas yang di lakukan nenek-ku setiap sore jelang petang sih jalan-jalan kecil ke liling RT (Rukun Tetanga, bukan Retuit) atau mampir-mampir ke rumah tetanga. Kemana-mana selalu cinta dan setia memakai sandal jepitnya berwarna putih. Gak tauh sih merk sandal jepitnya apa, ya pooknya sandal jepit. Paling-ngetren bisanya pakek merk swalow,’’ *lumayan iklan gratis*.

Suatu sore pas aku dudu di teras rumah, neneku mau jalan-jalan, kayaknya ke tetanga sebelah, mau ngerumpi gitu mungkin, aku lihat di kakinya nempel sandal jepit warna putih merk swallow. Aku taya mau kemana nek,”?. “Mau ke rumah sebelah sebentar,” !! jawabnya.

Ehh, pas pulang-pulang malah dah gati sandal jepit, malah yang di pakek sandal jepit warna biru. Terus aku Tanya,” Nenek……. sandal jepit siapa itu di bawa, keliru lo,’??.

“Ya ni dah bener cucuku,’ !!!.

“Di bilangin gak percaya ni nenek, itu yang nenek pakek warnaya biru, bukan putih dan bukan sendalnya nenek yang bermerk swalo itu,” !!!!

“Ya sudah tolong cucu, balikin tukerin sana…. di tetanga sebelah,” !!!

“Yah nenek…makanya kalau pas mau pakek sandal jepit yang teliti.,” cercaku setengah menasehati.

Cobak deh semua republic pemaling sandal bermodus, tukeran. Pas ketahuan atau pas mau di keroyok masa pakek aja alasan,” salah lihat, sudah rabun,” pasti gak jadi di gebuk’i. Karena tak pantas maling sandal mendapat hukuman di hakimi masa, yang pantas di hakimi masa adalah seorang bandit, bandit uang Negara, yaitu KORUPTOR…..!!!!        Yang memiskinkan rakyat kecil hingga tak mampu beli sandal jepit.

Twitter: Boedi.S. Totoraharjo@boedinstitute

Iklan

Monggo pinarak?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s