Nasehat Dari Liputan Mahasiswa Imigran

 

CUPU REPORTER

CUPU REPORTER

Kita terbiasa melihat peran mahasiswa Indonesia yang kerap di wakili dalam tayangan FTV. Maupun film layar lebar yang masuk dalam, bioskop. Kemudian kita tonton rame-rame. Dalam beberapa adegan pada umumnya, peran mahasiswa di mainkan sangat begitu santai, yang cowok ketika kuliah bajunya pun hanya mengenakan kaos oblong. Celananya pun memakai skeny jens yang udah seminggu enggak di cuci. Keren. Berikutnya, yang mahasiswi memakai baju sejenis kostum ciribel dan kakinya memakai hig-hel supaya lebih tinggi. Giginya pun di hiasi dengan besi blendratnya kuli bangunan.

 Lalu kemudian di antara mereka berdua terjebak dalam rutintias kampus yang sama, mereka di pertemukan di antara sela-sela jam kuliah yang kosong. Berangkat dari situlah benih-benih cinta bersemi. Kisah mereka akhirnya menghiasi drama perfilman Indonesia. Apakah kehidupan mahasiswa di kampus se-asyik yang di perlihatkan oleh film FTV maupun layar lebar?. Atau ada sisi lain dari mereka yang belum kita ketahui?.

Demi itu semua, gue mencoba mencari tahu apa aja sih kegiatan mahasiswa di kampus itu selain kuliah. Perjuangan gue untuk mencari tahu itu menggunakan metode wawancara. Nah, untuk mewawancarai mereka ini terbilang cukup sulit. Hal ini di karenakan, jadwal mereka yang padat. Yang harus mencocok’kan dengan jadwal pribadi gue. Belum lagi mereka-mereka tergolong mahasiswa senior. Yang udah marang melintang dan lebih tahu dari pada gue mengenai kehidupan kampus. Tentunya, juga gue belum kenal sama sekali dengan mereka.

          Karena keterbatasan akses dengan mereka. Akhirnya, gue baru menemukan titik terang ketika gue menemukan akun facebook mereka dalam satu kelompok. Lalu pada sebuah malam minggu, akhirnya gue janjian keteuan dengan mereka semua.

Kelompok yang pertama:

  1. a.     Mahasiswa Mes.

Mes tidak hanya di gunakan untuk tempat tinggal para pemain sepak bola di sebuah klub. Tetapi berlaku juga untuk mahasiswa. Umumnya mahasiswa mes di sibukan dengan kegiatan organiasi. Karna pada dasarnya nama mes sendiri di adopsi dari nama tempat tinggal. Jadi mahasiswa mes itu, bisa di bilang mahasiswa yang menempati bilik-bilik ruang UKM/Organisasi.

Tentunya selain kuliah, mahasiswa spesies mes ini di sibukkan dengan kegiatan di organiasi. Bisa di bilang, kegiatan mereka mengarah ke aktivis kampus. Ketika jam kuliah udah kelar, mahasiswa semacam ini melanjutkan kegiatanya ke tempat mes. Mungkin rumah ke dua bagi mereka, ya mes ini. Ada yang melakukan kegiatan diskusi, ada juga yang melakukan kegiatan, tongkrongan.

Di mes inilah, gue menemukan banyak karakter mahasiswa. Gue mencoba mewawancarai sebagian dari mereka. Karna jumlah mereka cukup banyak, akhirnya gue wawancara mereka berdasarkan ciri-ciri fisik. Mahasiswa yang pertama gue wawancara bernama Bejo dan yang ke dua bernama Paijo. Kenapa gue memilih Bejo dan Paijo sebagai narasumber, simak petikan wawancara eksklusifnya di bawah ini:

  • Cupu          : Selamat malam, Bejo? Satu hal yang membuat saya tertarik dengan bejo. Bejo ini kok badannya cungkring, apa betul bejo mahasiswa “Imigran?.

  • Bejo            : Malam, reporter Cupu. Wah, Cupu ganteng juga, iri saya. Gini Cupu, saya mahasiswa dari Saudi Arabiah, kalo saya cungkring itu wajar. Soalnya disini saya makan hanya mengandalkan buah kurma. Lagi pula di Endonesia buah kurma gak bisa berbuah. Jadi kalo mau makan, harus nunggu kiriman buah kurma dari Arab. Bisa di bilang, saya disini sering tirakat Cupu.

  • Cupu          : Oh… gitu ya Jo (gue geleng-geleng kepala). Betul sekali, saya memang ganteng, tapi saya enggak napsu sama bejo. Maaf. Jauh, sekali ya Jo rumahmu. Saudara Bejo, berarti disini tinggalnya ngontrak apa tinggal di Mushola ?

  • Bejo            : Memang jauh sekali rumah saya, Cupu. Saya kalo pulang sering naik Unta. Tapi baru perjalanan sampek Sumatera, untanya udah kabur ke hutan. Gak tahu kenapa!. Syukur, alhamdulilah Bejo disini dapat penginapan gratis. Iya, di mes ini tempat bejo menginap. Gratis tidak di punggut biaya. Jadi bejo tak perlu repot-repot nginep di Masjid. Ngirit, saking ngiritnya Bejo kena cacingan lo.

  • Cupu          : Untung saya mewawancarai Bejo. Saya bisa belajar hemat dari Bejo. Nanti kalo saya pergi naik haji, bole ya Jo nginep di rumah Bejo. Terimakasih atas ketersediaan waktunya buat di wawancara. Asalamu’alaikum…wr..wb. Selamat malam.

  • Bejo            : Sama-sama Cupu. Bejo tunggu Cupu naik Haji. Wangala’ikumsalam…wr…wb. Malam Juga.

penampakan bejo, setelah di wawancara

penampakan bejo, setelah di wawancara

Begitulah cuplikan mahasiswa yang berkelompok di mes. Baru satu orang saja, yang gue wawancara cukup untuk membuat kepala gue geleng-geleng kayak orang kecanduan permen jahe. Menurut pengakuan Bejo kepada Reporter Cupu, dia enggak mau ngekost maupun ngontrak lantaran pengen berhemat. Hemat adalah motif bejo untuk tidur di mes. Mungkin karena bisnis sumur minyaknya bejo lagi kering, dia tidak rela meninggalkan mes.

Soal hematnya ini bisa di tiru, tapi untuk cacinganya jangan di tiru ya!.

Masih ada satu lagi, wawancara gue dengan mahasiswa mes. Kali ini giliran Paijo yang gue wawancara. Paijo adalah mahasiswa unik secara fisik, di antara mahasiswa yang lain. Berikut, cuplikan wawancara teraktual gue dengan Paijo.

  • Paijo  : Maaf, saya terlamabat Mas Cupu. Tadi, sebelum wawancara saya   potong rambut biar kelihatan muda dikit. Salon potongnya lagi rame, makanya saya harus ngantri Mas Cupu.

  • Cupu : Tidak apa-apa, Mas Paijo. Langsung saja pertanyaan pertama ya. Tadi Mas Paijo sebelum di cukur rambutnya kribo ya? Emang Mas Paijo umurnya sekarang berapa?.

  • Paijo  : Saya sudah tua, Mas Cupu. Saya itu mahasiswa sibuk. Sibuk demolah, sibuk nongkronglah, sibuk rapatlah, pokoknya masih banyak lagi. Makanya itu saya tidak ada waktu buat ngurusi rambut. Tadi pas di cukur, di rambut saya di temukan kecoak lo Mas.

  • Cupu : Oh.. udah tua,  keliahatan kok Mas Paijo, Itu kumisnya gede-gede kayak bulu landak. Mau ketemu saya aja, di bela-belain ke salon dulu. Terharu saya, sama Saududaa Paijo. Ini kan, ceritanya Paijo suka banget sama organisasi, lalu bagaimana dengan kuliah Paijo?.

  • Paijo:  Jangan tanya kuliah deh, Mas Cupu. Pokokya semester ini bisa di wisuda saja saya udah untung, IPK juga tidak jelek-jelek banget. Kuliah sering saya tinggal, Mas Cupu.

  • Cupu : Wow… Aktivis banget ya Mas Paijo ini. Tapi mas Paijo siap kan setelah lulus, saiangan cari kerja dengan mahasiswa di luar sana?

  • Paijo  : Semoga siap Mas. Sudah dulu ya, Mas Cupu. Saya mau pamit dulu, ini mau demo Presiden, nuntut lapangan pekerjaan yang pernah di janjikan waktu kampanye. Selamat malam.

  • Cupu : Selamat Malam, juga Mas Paijo. Kalo demo pakai helm berstandart Nasional.

PENAMPAKAN PAIJO SETELAAH DI WAWANCARA

PENAMPAKAN PAIJO SETELAAH DI WAWANCARA

Kalian udah pada tahu kan, bagaimana wawancara gue tadi dengan Paijo. Gue salut sama Paiji, kenapa? Sebab mau ketemu orang penting seperti gue ini. Dia sempatkan buat rapi-rapiin badannya. Paijo ini emang kelihatanya sering di wawancara sama Reporter pas lagi demo. Makanya pada saat gue wawancara, dia udah tahu persiapannya apa yang harus di lakuin.

Dalam wawancara gue dengan Paijo, ada hikmah yang bisa di ambil dari sini. Menurut pengakuanya, lantaran terlalu sibuk dengan kegiatan organisasi, Paijo telah melupakan tugas utamanya sebagai pelajar, yaitu belajar. Dia sering meninggalkan mata kuliah. Harusnya, meskipun ada yang ketinggalan, Paijo baiknya menyusul apa bila ada tugas yang belum di kerjakan. Selayaknya, antara kuliah dengan organisasi itu harus berjalanan beriringan, saling merangkul.

Kelompok yang ke dua:

  1. b.    Mahasiswa Puber.

Dunia kampus emang enggak ada matinya untuk di bahas. Terutama mahasiswanya. Dunia kampus yang di sesakai ribuan mahasiswa dari segala penjuru tanah air, telah membentuk miniature Indonesia. Enggak perlu keliling Indonesia, cukup di  kampus aja, kita bakal mengenal orang dari berbagai latar budaya dan daerahnya.

  Ada cerita menarik dari setiap masing-masing di antara mereka. Mengenal kehidupan kampus, sama dengan mengenal anak-anak muda yang punya kesibukan masing-masing. Ada yang kelar kuliah, betah lama-lama di kampus, sehingga gue menamainya sejenis mahasiswa mes.

Berikutnya, ada juga sebagian mahasiswa yang nomaden. Begitu kelar kuliah, langsung cabut meninggalkan kampus. Langsung cabut inilah yang, gue namai Mahasiswa Puber. Mahasiswa puber ini semacam pindah tempat. Dan suka miber [terbang kesana-kemari]. Mereka umumnya enggak kerasan di kampus. Kebanyakan berjenis kelamin wanita. Ada yang sehabis kuliah, langsung cabut dengan teman-temanya pergi hang out bareng-bareng. Bahkan, ada sebagian mahasiswi begitu kelar kuliah, cabut hang out bareng temen se-kelasnya.  

Untuk mengetahui motif Mahasiswi Puber ini,? Baiklah malam ini telah bersama saya, dua orang narasumber yang berstatus sebagai mahasiswi. Di sebelah kiri saya bernama Tukiyem dan sebelah kanan saya bernama Tukijem.

  • Cupu          : Selamat malam Mbak, Tukiyem?.

  • Cantik sekali malam ini, pakek bedak apa sih Mbak rahasianya?

  • Tukiyen      : Malam juga, Mas Cupu. Ih, gombal banget deh. Aku kan tiap hari emang keliahtan cantik. Mas Cupu aja, yang jarang lihat aku. Ini, bedaknya, pakai bedak KEBOOOO lo!.

  • Cupu          : Wuihhhh [gue kaget] Bedak KEBO? Belinya kiloan apa ngecer ya Mbak? Emang habis dari mana sih Mbak Tukiyem, kok dandanya menor?.

  • Tukiyem     : Murah kok  Mas Cupu, satu ember bedak kebo keluar duwit 15 ribu. Ini merknya, merk hewan KEBO lo!. Habis dari Mall, Mas Cupu, shoping gitu, habisnya kuliah terus bosen!.

  • Cupu          : Lho kok sampek bosen itu, gimana ceritanya Mbak Tukiyem?.

  • Tukiyem     : Aku kuliah cuma berburu gelar aja kok Mas. Lagiyan setelah lulus, mau nerusin usahanya nyokap-bokap jualan Onde-onde.

  • Cupu          : Wah, turun-temurun gitu ya Mbak, usahanya. Usul deh mbak, bikini Onde-onde yang enggak basi gimana caranya?’

  • Tukiyem     : Aduh… Mas Cupu ini, pertanya’annya cakep deh. Bikinnya? EHmm.. kalo itu cara bikinya aku lupa Mas Cupu, soalnya itu di ajarin di semester mekarin. Duh.. pusing deh.! Eh.. Mas.. hujan nih, aku markirin mobil dulu ya?. Sekalian mau pamit… daaaaa daaaa.

  • Cupu          : Dada juga, Mbak Tukiyem.

PENAMPAKAN TUKIYEM SAAT MARIRIN MOBILNYA

PENAMPAKAN TUKIYEM SAAT MARIRIN MOBILNYA

Gue seneng banget mendengar Mbak Tukiyem sehabis lulus mau lanjutin usaha nyokap/bokapnya. Begitu lulus, mahasiswa enggak melulu wajib kerja ikut orang.  Iya, meski pun usahanya jualan onde-onde yang kalao enggak segera laku bakalan mambu [basi]. Dan resikonya, bikin bangkrut. Yang pasti, Mbak Tukiyem bakalan di kenal sebagai pelopor bisnis onde-onde anti mambu. Semoga Mbak Tukiyem, segera menemukan onde-onde dengan varian baru. Onde-onde anti basi!.

Sayang, padahal Mbak Tukiyem berangkat dari kalangan orang berada. Kuliah udah di kasih banyak fasilitas, termasuk mobil. Andai saja Mba Tukiyem, bisa memaksimalkan fasilitas itu, bakal banyak banget yang bisa di dapet. Kalo misalkan gue berada di posisi Mbak Tukiyem, begitu kelar kuliah, denga mobil pemberian orang tua, mobilnya bakal gue sulap menjadi angkot biar bisa menghasilkan duwit.

Masih ada satu lagi mahasiswa di sebelah kanan gue, yang akan gue wawancara sebentar lagi.  Perkenalkan, namanya Mbak Tukijem. Malam ini Mbak Tukijem menjadi narasumber terakhir saya di acara bincang-bincang @NotedCupu: Nasehat Dari Liputan Mahasiswa “Imigran”. Baiklah, kita mulai wawancara malam ini.

  • Cupu          : Selamat malam Mbak Tukijem?. Kok pakai daster gitu Mbak, habis kuliah apa habis dari buruh nyuci?.

  • Tukijem      : Malam juga, Mas Cupu yang imut kayak semut. Habis santa-santai aja kok Mas, ini dari kos,  kumpul sama temen-temen gitu. Terus ke kampus, ada jadwal wawancara dengan Mas Cupu.

  • Cupu          : Oh, makasih udah di sanjung. Kirain habis jadi pembantu. Kok kumpul-kumpul di kost? Kenapa enggak di kampus aja Mbak Tukijem?.

  • Tukijem      : Di kampus enggak kerasan Mas Cupu, rame. Bising. Bikin sumpek lho. Kalo di kost kan enak, bareng sama temen-temen, bisa gulung-gulung berduan di kost.

  • Cupu          : Emang kesibukanya Mbak Tukijem apa kalo do kost?

  • Tukijem      : Masak Mas Cupu. Ini tadi malah habis kuliah pergi ke pasar buat beli berambang. Belinya ngutang lo Mas. Terus di kos masak sop buntut ikan paus.

  • Cupu          : Wah… pinter masak nih, Mbak Tukijem. Terus rasanya gimana Mbak?

  • Tukijem      : Beh…. Rasanya Mas. Juara…. Asinnya.

MBAK TUKIJEM DEANGAN TEMANYA.

MBAK TUKIJEM DEANGAN TEMANYA.

Ada alasan-alasan tersendiri kenapa mahasiswa melakukan kegiatanya masing-masing, dan asyik dengan dunianya sendiri. Termasuk yang di alami dengan Mbak Tukijem. Punya pacar pinter masak seperti Mbak Tukijem adalah dambaan bagi setiap mahasiswa. Andaikan Mbak Tukijem tadi masakanya enggak asin, pasti udah gue kenalin sama satpam kompel perumahan.

Mbak Tukijem adalah sejenis mahasiswi yang enggak betahan di kampus. Waktunya sering ia habiskan untuk hal-hal yang ia gemari. Termasuk memasak dan gulung-gulung di kamar kosan.

Mbak Tukijem memecahkan anggapan bahwa, selain dunia kampus, ekrsperiman bisa di lakukan dimana saja. Termasuk di kosan. Dengan memasak, Mbak Tukijem melakukan penelitian terhadap racikan sebuah bumbu sehingga bisa menghasilkan masakan yang lezat. Bukan tidak mungkin, dalam beberapa waktu dekat, kemahiran memasak Mbak Tukijem bakalan melesat. Itu artinya, kelar kuliah Mbak Tukijem punya ke ahlian yang di didik secara otodidak. Gue harap, begitu lulus, Mbak Tukijem membuka usaha rumah makan.

Sehingga, gue sekali-kali bisa main ke rumah makanya secara gratis.

*****

Nah, itulah hasil wawancara gue terhadap kelompok mahasiswa yang ada di kampus. Wawancara gue kali ini, narasumbernya gue ambil secara acak dan random. Narasumber gue ambil berdasarkan yang unik secara fisik, pada dasarnya yang uni itulah yang mengundang banyak perhatian. Karena menurut gue, mereka yang ter-unik di bandingkan mahasiswa yang lain.

Dari beberapa kelompok di atas, kalian masuk ke dalam area yang mana?. Kalo gue sih…. [rahasia]. Kalau pun teman-teman menemukan spesies baru yang unik, bisa di ceritakan di komen box.

Udahan dulu, @notedCupu edisi minggu ini, udah kapalan ini jari-jari gue, bayangin gue nulis ini dari magrip, sampai subuh. Buat kalian yang mau tanya-tanya gue, bisa hubungi gue lewat jejaring media social di bawah ini. GRATIS.

 

Twitter: Boedi.S. Totoraharjo @NotedCupu

Facebook: Budi Santoso Totoraharjo

 

Iklan

4 respons untuk ‘Nasehat Dari Liputan Mahasiswa Imigran

Monggo pinarak?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s