Tentang Proyek Buku 2015 dan Merawat Harapan

Jimat gue, kalo lagi nulis gue pakek.

Jimat gue, kalo lagi nulis gue pakek.

Selamat malam pembaca yang Boediman dan Bermartabat.

Tahun 2015, bakal menjadi tahun yang menyenangkan buat gue. Debut gue sebagai penulis #organik [petani agraris yang bercocok tanama di ladang virtual] akan di mulai dari sini. Passion gue di dunia menulis, bakal gue challenge, untuk lebih mengembangkan hobby gue sebagai seorang penulis muda, sekaligus untuk melahirkan bayi ke-2 gue: iya buku novel. Gue menantang diri sendiri untuk lebih bisa menghasilkan karya yang lebih hebat di tahun ini. 

Berangkat dari tahun 2014 kemarin, dan begitu banyak peristiwa keren yang gue alami dengan mata telanjang, tapi masih memakai baju, sayang banget kalo ndak gue reportase, tulis, lalu menjadikannya bundelan bernama buku.

Layaknya penulis hebat pada umumnya. Storyline juga sudah terbentuk dengan rapi. Konsep juga sudah di kemas dengan cakep. Tampang gue juga sudah keren. Ehm. Gue akan resmi memulai mengerjakan proyek ini selepas, selesai gue menjalani kesibukan sebagai mahasiswa, ujian semester. Tepat, tanggal 15 Janurai 2015, gue akan memulai menulis proyek buku ke-2 ini.

Buku ini akan beda dari buku yang lain, dan gue sendiri orang pertama yang akan melahirkan [baca: menuliskan] buku cakep ini. Konsepnya: tentang orang-orang yang di kecewakan. Beberapa Bab juga sudah terbentuk, dan selesai gue tulis, tinggal loncat ke tahap finish-ing, sekaligus ada beberapa pengembangan agar lebih mantap. Ceritanya dalam bab ini, resmi kisah nyata di tahun 2014. So, semuanya berangkat dari pengalaman yang gue alami sendiri. Di mulai dari Bab tentang, pengalaman pribadi gue sendiri, sewaktu taun 2014 yang lalu, gue mengalami patah hati terhebat selama hidup gue, tentang di kecewakan oleh pacar (baca: mantan) yang semula gue percayai sepenuhnya.  Bahwa, dia adalah cinta terakhir gue, tulang rusuk yang sempat hilang. Namun, takdir bekata lain.

Sebentar, gue ambil tisu dulu.

Jadi gini, ada bab lain yang menceritakan tentang, Si Rell**, teman dekat gue, yang di kecewakan begitu saja, oleh calon gebetan-nya. Dan untuk ke sekian kalinya, lagi-lagi, dengan terpaksa Rell** memperpanjang status jomblo-nya di tahun 2015.

Di Bab yang lain, ada cerita Mae, temen gue sendiri yang sudah puluhan tahun ndak ketemu, tau-tau setelah ketemu, pasca tahun baru kemarin, dia cerita, kini keluarganya tak lagi utuh. Mae yang di tinggal pergi oleh suaminya begitu saja tanpa ada kabar dan kejelasan. Sementara kini, dia harus menjalai seorang singgle parent, membesarkan putra semata wayahnya.

Bukan hanya soal cinta saja, yang akan gue tulis di buku novel ke dua ini. Ada hal lain yang bakal lebih menarik lagi. Tentang cerita keluarga gue. Kali ini, di Bab yang lain, gue akan bercerita tentang Bapak gue, yang di kecewakan akibat kebiasaan buruknya mengkonsumsi rokok, dan sempat di rawat di RS. Drs. Soetomo Surabaya, untuk penyembuhan penyakit stroknya. Dari kejadian ini, gue berhasil menjadi anak yang bermartaba(k)t untuk orang tua.

Seru kan?. Yeah, tentu, masih banyak beberapa Bab lain, yang bakal lebih keren dari bab-bab yang sudah gue sebutkan tadi. Proses menulis ini, akan gue kerjakan di sela-sela waktu longgar, dibalik dinding kubikel kantor, atau bisa seperti selepas jam makan siang. Bisa juga, selepas menungu dosen untuk masuk ke kelas. Di waktu luang, sabtu dan minggu, gue akan nongkrong di kafe-kafe unyu di Surabaya. Dan yang ter-ekstrim, begadang sampai larut malam dengan secangkir kopi. Karna, semangat dan pengharapan yang tinggi, memang bisa mengalahkan apa pun.

Saat proyek, buku ini rampung di ketik. Gue akan menghubungi orang-orang yang gue tulis disini. Termasuk menghubungi mantan gue. Meminta izin, menggunakan nama aslinya, atau nama samaran. Dan sekaligus, nama-nama tokoh yang terlibat dalam buku ini. Untuk lokasi, sengaja gue ndhak akan menyamarkan. Biarkan semuanya berjalan dengan realitanya.

Menulis buku novel ini, sama dengan merawat harapan. Setelah dua pasang anak manusia bergandengan tangan, lalu terpisah di tengah jalan, harapan itu tidak lenyap. Di tinggal orang-orang yang pernah merawat harapan sewaktu bersama. Lalu harapan itu, kini tinggal berdiri di satu kaki. Dua pasang anak manusia, yang kini bersebrangan jalan. Dan buku inilah, yang nanti akan meneruskan harapan untuk terus berjalan. Di kecewakan oleh cinta, lalu di tinggal pergi begitu saja, menjadi faktor mujarab untuk bisa berbuat lebih hebat. Keren kan gue? Ehm.

Secara real-time, gue akan mengabarkan perkembangan buku ini dari waktu, ke waktu. Sampai tahap pengiriman ke penerbit. Oya, untuk judulnya masih tahap proses juga.

Surabaya, 10 Januray 2015.

Facebook         : Klik disini

Twitter             : Klik disini 

10174804_915781875099505_9154142245314868492_n

Buku pertama gue, #Transit (2014), nyawanya masih di pegang penerbit di jakarta.

NB: Buku pertama gue, yang gue kasih judul #Transit, kini tahapnya sudah ke Penerbit besar yang ada di Jakarta. Semoga, cepat kelar dapat approval prosesnya, dan segera naik cetak di tahun ini, 2015. Ikut amini ya?.

Iklan

12 respons untuk ‘Tentang Proyek Buku 2015 dan Merawat Harapan

Monggo pinarak?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s