Mengetuk Pintu Langit


IMG-20180402-WA0049

karya kang: @ibnuharits99

Pada hari libur sabtu dan minggu yang lalu, allhamdulillah, aktivitas bangun pagiku di penuhi oleh kemerdekaan hidup. Sesudah membersihkan badan, pagi itu, aku asyik mengurung diri di dalam rumah. Aku larut dalam kenikmatan, memanjakan diri dengan membaca buku dan di temani secangkir kopi. Sinambi leyeh-leyeh, aku terus membolak-balikan halaman buku terbarunya mbah kakung sujiwo tedjo, ‘Tuhan Maha Asyik’. Jika di rasa-rasa, bacaan ku melelahkan dan agak berat. Aku pun menggantinya dengan menyimak novel karangan Mas Phutut terbaru, ‘Para Bajingan Yang menyenangkan’. Baca lebih lanjut

Iklan

Yang Terhormat Utusan Rindu


IMG-20180402-WA0049

karya kang: @ibnuharits99

Sudah lama kita tidak duduk bersama. Di antara gerbong kereta api malam yang lewat itu, sudah tak ada dua insan yang saling curi pandang. Mereka belum binasa. Tapi rindu itu membawa utusan untuk tetap hidup di masa yang lain. Kangen rasanya. Rindu itu mahkluk Allah yang tergolong paling romantis. Ia adalah mutiara jiwa, atau api yang bisa menghidupkan batin. Baca lebih lanjut

Anak Agraris ‘Nyusu’ Metropolis


#BloggerTanahJawa

notedcupu.com

Kali ini soal pulang. Dari segala penjuru sudut perantauan ada yang telah pulang. Mudik kembali telah di pekerjakan dengan sangat ramai. Lebih dari yang sekedar kasat mata, semua tahu, siapa sesungguhnya orang desa yang sebenarnya. Semua telah pulang. Di desa, tidak ada yang pernah berubah. Orang-orang yang bermukim di dalamnya: tetap menjadi orang kecil. Orang-orang yang biasa. Di antara orang yang telah pulang, satu di antaranya bernama Harjo. Ia bertemu kembali dengan desanya. Tiba di depan gapuro, ia sambut oleh pemandangan klasik, tetangga yang sedang ngentasi  gabah. Baca lebih lanjut

Antara Hati yang Lembut dan Hati yang Rapuh


IMG-20180402-WA0049

karya kang: @ibnuharits99

Selain kafe Herlijk di museum perpustakaan Bank Indonesia, jalan darmo itu. Tempat nongkrong kami, sering nomaden, pindah-pindah tempat. Tapi yang paling sering dikunjungi, kami yang tergabung dalam paguyuban Rojali: maksudnya bukan rombongan janda liar, lo. Tapi rombongan jejaka-jejaka melankoli. Rombongan anak muda perantau di ibu kota ini, sering sowan ke warung lesehan kaki lima, di depan kampus B Unair. Baca lebih lanjut

Ada Awan Mendung Sebelum Hujan


notedcupu.com

notedcupu.com

Harapan hidup di dalam ruang dan waktu. Jika mimpi di sebut harapan, apakah boleh kita menyebut hidup sebagai pelaksanaan kata-kata?. Tahun telah berganti, zaman semakin berumur tua, sebagian dari kita, hidup dalam siksa’an penyesalan. Semua orang yang masih waras punya tekad yang sama: mengenang hari tua dengan cerita-cerita masa muda yang membanggakan. Tapi mimpi mempunyai kaki. Ada yang bisa berjalan lambat, ada yang bisa berjalan langkah demi langkah, ada juga yang sanggup berlari kencang. Semua itu pilihan, lengkap dengan resikonya masing-masing. Baca lebih lanjut