Preman Ngaji dan Bertanya, ‘Dimana Tuhan?’


IMG-20180402-WA0049

karya kang: @ibnuharits99

Saya hampir saja tidak percaya dengan kejadian ini. Belum lama ini, pada suatu pagi, seorang teman lama dari daerah Batu tiba-tiba mengontak saya via washaap. Saya mengerti sejarah latar belakang kehidupannya, tapi kali ini saya benar-benar kagum, ‘Kang,’ katanya,’Kang, yak opo carane sholat seng khusuk?’ saya membaca ini sambil duduk di warung kopi belakang kantor, lalu pertanyaan lain menyusul, ‘Sedangkan kita tidak pernah bertemu dengan Tuhan kita? Bagaimana ini Kang?’Gendeng! Asal sampean tahu. Pertanyaan bermutu ini diajukan oleh seorang bekas Gento kawakan. Boleh alhamdulilah. Boleh istighfaar. Baca lebih lanjut

Iklan

Sesobek Catatan dari Desa Untuk Indonesia


IMG-20180402-WA0049

karya kang: @ibnuharits99

Menjelang tergelincirnya waktu subuh, datanglah sepasang tamu suami istri yang sungguh tergesa-gesa. Di depan pintu yang sudah terbuka sesudah ayam jantan berkokok itu, tedengar suara ketukan, ‘tok.. tok… tok… tok’ di susul teriakan psikologis ‘kulo nuhun’ berkali kali. Sebagaimana ciri khas seseorang meminta bantuan. Simbok dan Bapak-lah yang kemudian menyongsongnya di depan pintu. Kemudian menyilahkan si tamu itu segera masuk. Simbok segera pergi ke pawon membuat suguhan teh hangat.   Baca lebih lanjut

Novel Baswedan dan Kisah Wali Subuh


 

#BloggerTanahJawa

notedcupu.com

Harjo tidak bisa bersenda gurau. Sebagian tenaganya, ia sisisih kan kepada masing-masing ekpresi kegeraman. Sepanjang jalan menuju ke surau bersama Kiai kenduri, mulutnya diam seribu bahasa. Tidak ada keceriaan di waktu menjelang tergelincirnya matahari. Wajahnya sungguh tidak sedap di pandang. Jika wajah Rosuluwllah terkenal dengan wajahnya yang bassam. Tersenyum ramah. Wajah sebal itu, berada jauh ribuan kilo mater dari wajah ramah, Kanjeng Nabi Muhamad S.A.W Baca lebih lanjut

Orang Bertato yang Menangis Sebelum Mahgrib


IMG-20180402-WA0049

karya kang: @ibnuharits99

Senja yang baru saja turun ke bumi sore itu menuntun saya menuju lembah petualangan. Orang-orang kota sudah mulai kembali pulang ke peraduanya masing-masing. Jalan-jalan disesaki oleh beruk-beruk tunggangan abad modern. Siapa saja yang pernah hidup di dusun, akan merasakan keringnya kebudayaan jalan kaki memakai sendal jepit. Saya memilih menepi, bersandar pada denyut warung-warung kaki lima. Baca lebih lanjut

Kepolosan Gogor Menjaga Kebudayaan dan Menitipkan Kemanusian dalam Pilkada


IMG-20180402-WA0049

karya kang: @ibnuharits99

Saat bingung menentukan sarapan pagi dengan menu apa, soto menjadi makanan yang paling enak untuk santap. Itu yang aku rasakan setelah selesai dengan sendokan terakhir. Di atas meja makan, jika kudapan semakin cepat menyisakan mangkuk-mangkuk kosong, itu artinya, rekomendasi warung makan oleh seseorang di anggap mak-nyus. Gogorlah orang yang paling berjasa, menggiring kami ke warung legendaris soto Lamongan di depan kantor kecamatan pacet. Baca lebih lanjut