Tahun-Tahun Bising


IKIIII

@bs_totoraharjo

Hidup di tengah-tengah gegap gempita zaman yang saling berebut jabatan, kursi, maupun pamrih kehormatan, berteman dengan orang-orang kecil, orang-orang biasa yang neriman dan hidup sederhana, jiwa dan hati kita bisa tertolong. Wirid mereka susudah terbitnya matahari: Fa’bi ayyi aallaa’i robbikumaa tukazziban. Orang-orang semacam ini perilaku hidupnya sangat Qur’an. Baca lebih lanjut

Iklan

Babak Baru Kesombongan Orang Beragama


@bs_totoraharjo

Seorang sahabat dekat, karena pergaulannya yang sangat luas, dan berteman dengan berbagai macam dan tema komunitas. Kali ini ia agak begidik-gidik kepalanya sesudah cerita terus terang kepada saya. Di warung lesehan pinggir jalan seperti biasanya, saya mendengar pengalaman baru, yang baru saja ia jumpai. Bahwa, ia sedang mengantarkan pulang sahabat perempuannya sesudah menjemputnya dari tempatnya bekerja. Karena waktu mepet menjelang magrip, mampirlah ia ke sebuah masjid terdekat. Baca lebih lanjut

Sesobek Catatan dari Desa Kepada Bupati


kangbs

Saya menulis pengalaman ini sedang berada di sudut kota Jakarta. Saya menulis di sebuah ruangan kamar hotel yang di kepung dari berbagai penjuru gedung-gedung penembus awan. Pada saat saya sesudah turun dari kereta api di salah satu stasiun, mata saya terbelalak ke segala arah. Hati saya cemas. Dahi saya mengkerut. Batin saya terlempar mengembara dalam sunyi: betapa semrawutnya kantung-kantung modernitas dalam kehidupan masyarakat. Kemudian saya teringat sepotong syair legendaris karya Umbu: apa ada angin di Jakarta?. Baca lebih lanjut

Islam dan Kerja-Kerja Bilhikmah…


 

IKIIII

oleh: kang bs. totoraharjo

Seorang teman dekat saya yang bekerja sebagai manager di perusahaan per-bank-kan mengatakan ‘benda-benda padat dan cair’ pada kehidupan modern adalah sebuah benda magis. ‘Benda sihir’ yang kedudukan kastanya menyumbang prioritas utama jaminan kebahagian abadi. Saya luangkan waktu saya untuk melihat wajahnya yang begitu berat. Saya geser tempat wilayah kerja-kerja persaudara’an saya ke tempat yang lebih tenang dan rileks. Saya dan dengannya duduk di sebuah warung di bawah pohon besar. Saya dengarkan gangguan-gangguan besar di kepalanya. Baca lebih lanjut

Islam Dan Kendaraan Menyelamatkan Manusia


Oleh: B.S. Totoraharjo

Mungkin saya belum pernah bercerita. saya punya sejarah pengalaman hidup berada pada posisi melarat dalam arti kepemilikan harta benda. Dekade tahun  96-an, ketika saya memasuk usia remaja, saya sudah bergaul dengan ekosistem hutan-alas di sisi barat rumah. Sebelum tungku-tungku pawon musnah di zaman sekarang. Dulu saya dan kakak kandung adalah penjaga dapur agar tetap menyala apinya. Mencari kayu bakar ke pelosok hutan. Baca lebih lanjut