Yang Harus Kamu Kerjakan Setelah Kejar Resolusi


Cover Sampul Awal 'cinta Kesandung Gunung'

Cover Sampul Awal ‘cinta Kesandung Gunung’

Setelah melakukan lari maraton dan sampai garis finish. Ada saatnya untuk beristirahat sejenak. Ada saatnya untuk membasuh jiwa yang kering akan dahaga dengan segelas air putih. Dan ada saatnya tubuh yang lelah, mendapatkan sentuhan penghargaan karena telah berjasa untuk di ajak berjuang bersama. Ketika langkah kaki, mampu bertahan menapaki setiap jalur pendakian pada sebuah bukit berbentuk Punden Berundak, sampai di titik puncak perbukitan, rayakan pencapaian itu dengan seremonial sederhana, mengucap pekik, “Iyap, aku mampu.!” Baca lebih lanjut

Iklan

Ruang Rahasia Di Balik ‘CKG’


Cover Sampul Awal 'cinta Kesandung Gunung'

Cover Sampul Awal ‘cinta Kesandung Gunung’

Pada awal bulan Januari tahun 2015, gue berdiri di depan Majalah Dinding yang menempel kuat di dinding kamar. Beberapa lembar berisi resolusi menyambut datangnya tahun baru gue tempelkan di sana. Resolusi itu lumayan banyak, tapi masih bisa dihitung dengan jari. Ketika dua lembar tertempel dengan paku jamur, pandangan gue terfokus pada lembar urutan nomer tiga. Gue mengambil napas. Lalu otot-otot anggota tubuh mulai gemertak. Tangan kanan gue mengepal dengan sangat keras. Dada gue membusung. Dengan sebuah keyakinan baru, gue berusaha menyihir diri gue sediri, kemudian gue bilang. Baca lebih lanjut

Handuk dan Budaya Guderan


IMG-20180402-WA0049

karya kang: @ibnuharits99

Kamar mandi. Ruangan kecil yang panjang dan lebarnya kurang lebih dua meter. Dimana, fungsi utamanya digunakan untuk mandi. Selain itu, bisa digunakan untuk nenunaikan tugas suci. Buang hajat. Bagi sebagian orang yang bekerja di industri kreatif. Kamar mandi. Selain digunakan untuk buang hajat. Bisa digunakan untuk melahirkan ide. Di beberapa kota metropolitan. Kamar mandi. Tempat yang menjalankan prinsip waktu adalah uang. Tapi membangunnya butuh dana 300 juta dibilangan Jalan Sudirman Thamrin, Jakarta. #SakitnyaTuhDisini #SambilPegangBokong. Baca lebih lanjut

Desa dan Kerinduan Kita


IMG-20180402-WA0049

karya kang: @ibnuharits99

Pada saat gue memasuki Surabaya pada tahun 2010, gue adalah anak kampung yang kehilangan induknya. Pikiran gue masih di kampung halaman, sementara fisik gue sudah di kota Metropolitan. Urbanisasi memaksa gue untuk membelah diri, bermetamorfosis. Dari Kecebong menjadi Kodok Bangkong. Dulu…., lidah gue masih medok. Sisiran rambut gue, belah tengah yang kalo di zoom, terus dilihat dari jarak dekat, kutunya lagi ngaspal jalan pakek ketombe. Gue juga sering keluar rumah memakai sendal jepit merk Swalow. Mungkin kalo pas lagi jalan-jalan ke Mall, gue langsung di ciduk sama petugas keamanan, karena gue di sangka kembarannya Tarsan. Baca lebih lanjut