Jungkat Jungkit Antara Atas dan Bawah


Kalo bukan karena adek gue lolos jalur seleksi bidik misi, pasti hari rabu kemarin gue ndak bakalan pulang ke desa. Keperluan gue pulang kemarin, bantuin adek-adek gue nyiapin berkas kelengkapan beasiswa bidik misi yang harus segera di up-load via online. Meski pun harus ngeporsir tenaga ekstra untuk wara-wiri. Untungnya tenaga gue sekuat Agung Herkules lagi ngangkat Candi Borobudur. Dari Surabaya jam 9-malam, sampek di rumah jam 5-pagi membuat badan gue…, lemes. Baca lebih lanjut

Iklan

Tempat-Tempat Tak Bernama


TEMPAT-TEMPAT TAK BERNAMA [@CUPUNOTED]

TEMPAT-TEMPAT TAK BERNAMA [@CUPUNOTED]

Di tengah-tengah gue menyelesaikan proyek buku yang pertama, pada bulan September sampai akhir tahun 2014. Selama itu juga, gue kerap kali berpindah-pindah tempat mau pun lokasi untuk mendukung ide-ide keren di kepala gue bermunculan. Tempat-tempat itu, ada yang pernah gue datangi sebelumnya, ada juga yang baru pertama kali gue datangi ke sana. Setiap tempat yang sering gue kunjungi, gue kadang merasa bosan dengan suasana yang di tawarkan dalam ruangan itu. Lalu gue pun mencari tempat baru. Namun, kadang tempat baru itu pun, juga tidak selalu menawarkan kenyamanan. Baca lebih lanjut

Tentang Proyek Buku 2015 dan Merawat Harapan


Jimat gue, kalo lagi nulis gue pakek.

Jimat gue, kalo lagi nulis gue pakek.

Selamat malam pembaca yang Boediman dan Bermartabat.

Tahun 2015, bakal menjadi tahun yang menyenangkan buat gue. Debut gue sebagai penulis #organik [petani agraris yang bercocok tanama di ladang virtual] akan di mulai dari sini. Passion gue di dunia menulis, bakal gue challenge, untuk lebih mengembangkan hobby gue sebagai seorang penulis muda, sekaligus untuk melahirkan bayi ke-2 gue: iya buku novel. Gue menantang diri sendiri untuk lebih bisa menghasilkan karya yang lebih hebat di tahun ini.  Baca lebih lanjut

Lidah Petani di Meja Eropa


IMG-20180402-WA0049

karya kang: @ibnuharits99

Namanya Rella, nama lengkapnya Rella Febriana. Namanya cukup populer di level kota kecil, sekelas kecamatan Panggul, semenjak rambut keritingnya lima tahun yang lalu, hingga kini berubah menjadi model seperti iklan shampo, ke populerannya naik beberapa peringkat. Semenjak dia sudah mulai bisa dandan, dan merapikan rambut, paras cantiknya tidak bisa dibendung. Yang lebih menarik, di area pipinya tanpa meggunakan sentuhan bedak cap Zebra Kros. Yes, natural.  Baca lebih lanjut

Jomblo Penunggu Kandang Kambing


memunah sebelum bunting

memunah sebelum bunting

Hampir genap tiga tahun gue menamatkan jenjang SMA. Selama itu pula, gue belum pernah merasakan nikmatnya kencan malam minggu dengan seorang gadis. Sungguh, kemirisan yang teramat pilu, plus hina. Tapi yang jelas, gue laki-laki tulent dengan seperangkat senjata meriam yang masih berfungsi. Tidak bisa di pungkiri, kadang kala kesepian itu cukup mengusik ketenangan.

Beruntunglah, ada cara lain mengusir sepi dengan meniti kesibukan. Saat itu kandang belakang rumah berisi seekor kambing pesolek bergender betina. Profesi bapak, dan ibuk, sebagai algojo alias penjagal hewan, memaksanya untuk punya peliharaan penjaga kandang. Peran kambing betina di dalam kandang, cukup untuk menenangkan puluhan ekor kambing jantan yang haus akan belaiaan di kala malam. Praktis dalam tempo yang sesingkat-singkatnya, dengan sukses, kambing betina itu menjadi madu di sarang penyamun, hingga perutnya pun bunting.

Baca lebih lanjut