Suara Senyap Pak Camat Dan Kenalpot Brong


DSC_0016

Foto: Suasana depan pendopo kecamatan Panggul, penuh dengan anak-anak gaul masak kini, yang kelewat kegaulen sampek bloon, 01 January 2015 [@Cupunoted]

Sejak kapan pergi ke belakang, di identikkan dengan pup (baca: ngiseng). Tidak ada yang tau kejadian persisnya. Sama halnya, dengan, sejak kapan perayaan tahun baru di identikkan dengan kembang api dan mercon. Juga tidak ada yang tahu. Zaman kolonial belanda, ketika nenek gue masih semuda dengan Luna Maya, perayaan tahun baru hanya menggunakan obor bermerk oncor yang terbuat dari, bambu sebatang ros, dengan berbahan bakart gas minyak tanah. Lalu, pada tengah malam tiba (entah jam berapa, karna waktu itu belum ada jam), oncor itu di tiup dengan pipi yang menggupal penuh udara. Puh…. biyar pet. Kemudian tidak ada pesta makan-makan, hanya ada, kain bernama jarek lalu krukupan, dan tidur pulas sampek pagi tiba. Baca lebih lanjut

Iklan

Jomblo Penunggu Kandang Kambing


memunah sebelum bunting

memunah sebelum bunting

Hampir genap tiga tahun gue menamatkan jenjang SMA. Selama itu pula, gue belum pernah merasakan nikmatnya kencan malam minggu dengan seorang gadis. Sungguh, kemirisan yang teramat pilu, plus hina. Tapi yang jelas, gue laki-laki tulent dengan seperangkat senjata meriam yang masih berfungsi. Tidak bisa di pungkiri, kadang kala kesepian itu cukup mengusik ketenangan.

Beruntunglah, ada cara lain mengusir sepi dengan meniti kesibukan. Saat itu kandang belakang rumah berisi seekor kambing pesolek bergender betina. Profesi bapak, dan ibuk, sebagai algojo alias penjagal hewan, memaksanya untuk punya peliharaan penjaga kandang. Peran kambing betina di dalam kandang, cukup untuk menenangkan puluhan ekor kambing jantan yang haus akan belaiaan di kala malam. Praktis dalam tempo yang sesingkat-singkatnya, dengan sukses, kambing betina itu menjadi madu di sarang penyamun, hingga perutnya pun bunting.

Baca lebih lanjut

Surat Untuk 19 Maret


941285_691726704171691_1192968404_nAtas nama alam semesta, bersyukur rasanya tuhan mempertemukan ku denganmu. Kenapa? Sebab, seiring berjalanya waktu  pertanyaanku itu di jawab sang penyala kehidupan. Sebelumnya, lewat doa tengah malam aku berharap, semoga aku di pertemukan dengan gadis yang se-latar belakang. Dan gadis itu ternyata kamu.
Oke, terimakasih Tuhan. Baca lebih lanjut