Mudik dan Pesan Dari Langit


IMG-20180402-WA0049

karya kang: @ibnuharits99

Di desa saya, kebudayaan, “Monggo pinarak?’ masih sering kita jumpai dari pintu ke pintu. Simbol dari romantisme hidup berdusun-dusun di tengah zaman perkotaan yang semakin tidak mengenal manusia. Dan berjarak. Aku menaruh hati dan hormat kepada seseorang yang mau bersaudara meskipun tidak sedarah.  Sedang Allah mengirimkan kabar dari langit tentang persaudaraan silaturohim via surah Al Hujarat.  ila lita’aarofuu’. Yang garis besar informasinya, ‘Agar kamu saling mengenal.’ Mudik ke desa, salah satu prestasi terbesar manusia abad modern adalah mendalami kembali apa arti hidup. Merenungkan kembali betapa dahsyat kebudayaan desanya.   Baca lebih lanjut

Iklan

Bersilaturohmi Ke Jalan Madura


IMG-20180402-WA0049

karya kang: @ibnuharits99

Allah menyuruh kita menjadi orang desa. Orang jawa. Kemudian salah satu karunia besar dari-Nya yang tak henti-hentinya kita syukuri hari ini dan selamanya adalah ‘fasilitas’ silaturohmi. ‘Bersaudara tapi tak sedarah’. Ungkapan kharismatik ini ada di dalam Al-Qur’an yang mengalir dan hidup di dalam darah kita masing-masing. Kemudian silaturohmi itu yang sampai detik ini melahirkan peradaban islam yang kita kenal selama ini sebagai mudik. Baca lebih lanjut

Memandang Titik koordinat Uang 12 Ribu


IMG-20180402-WA0049

karya kang: @ibnuharits99

Salah satu karunia besar dari Allah yang tak henti-hentinya saya syukuri adalah bisa merasakan nikmatnya jelajah warung kecil kaki lima di pinggir-pinggir jalan. Tempat-tempat semacam ini tidak pernah dikotori oleh perilaku gemebyar dan gemerlapnya duniawi. Allah, pernah berkata kepada Nabi Musa, ‘Wahai Musa, jika engkau bersungguh-sungguh mencariku, temukan aku di tempat-tempat sunyi. Dan Sepi. Tidak-kah engkau menggunakan akal dan hatimu, jika ada pedagang kecil, maka tolonglah, disitulah Aku berada.’

Baca lebih lanjut

Tahun-Tahun Bising


IKIIII

@bs_totoraharjo

Hidup di tengah-tengah gegap gempita zaman yang saling berebut jabatan, kursi, maupun pamrih kehormatan, berteman dengan orang-orang kecil, orang-orang biasa yang neriman dan hidup sederhana, jiwa dan hati kita bisa tertolong. Wirid mereka susudah terbitnya matahari: Fa’bi ayyi aallaa’i robbikumaa tukazziban. Orang-orang semacam ini perilaku hidupnya sangat Qur’an. Baca lebih lanjut

Islam dan Kerja-Kerja Bilhikmah…


IMG-20180402-WA0049

karya kang: @ibnuharits99

Seorang teman dekat saya yang bekerja sebagai manager di perusahaan per-bank-kan mengatakan ‘benda-benda padat dan cair’ pada kehidupan modern adalah sebuah benda magis. ‘Benda sihir’ yang kedudukan kastanya menyumbang prioritas utama jaminan kebahagian abadi. Saya luangkan waktu saya untuk melihat wajahnya yang begitu berat. Saya geser tempat wilayah kerja-kerja persaudara’an saya ke tempat yang lebih tenang dan rileks. Saya dan dengannya duduk di sebuah warung di bawah pohon besar. Saya dengarkan gangguan-gangguan besar di kepalanya. Baca lebih lanjut