Sesobek Catatan dari Desa Kepada Bupati


IMG-20180402-WA0049

karya kang: @ibnuharits99

Saya menulis pengalaman ini sedang berada di sudut kota Jakarta. Saya menulis di sebuah ruangan kamar hotel yang di kepung dari berbagai penjuru gedung-gedung penembus awan. Pada saat saya sesudah turun dari kereta api di salah satu stasiun, mata saya terbelalak ke segala arah. Hati saya cemas. Dahi saya mengkerut. Batin saya terlempar mengembara dalam sunyi: betapa semrawutnya kantung-kantung modernitas dalam kehidupan masyarakat. Kemudian saya teringat sepotong syair legendaris karya Umbu: apa ada angin di Jakarta?. Baca lebih lanjut

Iklan

Amplop-amplop Surat Untuk KPK


IMG-20180402-WA0049

karya kang: @ibnuharits99

Sudah seminggu lebih bangsa kita memperoleh hiburan dari serial drama ‘telenovanto’. Siapa sangka, ternyata bangsa Indonesia punya bakat terpendam membuat seni peran telenovela. Sesudah sekian lama tidak melihat ludruk dan ketoprak, ternyata para pejabat kita sukses menjadi pelawak. Mengcok perut masyarakat kita sekaligus melecehkan kewarasan. Di group-group wasap, dan seluruh platform jejaring media sosial, baru kali ini aku menemukan orang tertawa kompak bersama-sama. Seakan akan isu-isu agama yang bising dan berantem minggat begitu saja dari Indonesa. Baca lebih lanjut

Kyai Gatilut Nladung Wartawan


IMG-20180402-WA0049

karya kang: @ibnuharits99

Pada hari libur pendek di sebuah desa Darmogandul diadakan kerja bakti. Warga dusun Darmogandul dari anak-anak, remaja, bapak-bapak sampai mbah-mbah turun serta membersihkan area perkampungan itu. Di desa itu, dihuni bermacam-macam latar belakang pekerjaan:  dari seorang lurah, guru, wartawan, pedagang. Namun yang paling banyak adalah seorang petani ‘kontrak’ penggarap sawah. Jam delapan dimulai, disepakati area kerja bakti membersihan kalenan, dan rumput liar di seberang jalan masjid Al-Asmaradhana kampung. Semua hadir pada pagi yang sejuk itu. Baca lebih lanjut

Betapa Gentingnya Pasca ‘Kultural Mudik’


IMG-20180402-WA0049

karya kang: @ibnuharits99

Dalam adagium masyarakat jawa: tidak perlu menunggu usia senja dan sekarat untuk memilih keabadian rohani. Dan salah satu metode penginsafan adalah memaafkan diri sendiri. Berziarah dengan masa lampau. Lebaran kemarin saya sungguh tidak bisa duduk thengak-thenguk. Saya ider. Mengentuk dari pintu ke pintu ‘angon dosa’ untuk mengaku sebagai hamba yang paling durjana di tengah kerumunan masa. Bersalaman kepada seluruh warga kampung. Betapa nikmatnya mengucap maaf. Bertekuk lutut dihadapan orang tua dan sesepuh kampung yang juga bersedia me-maafkan. Baca lebih lanjut

Kepolosan Gogor Menjaga Kebudayaan dan Menitipkan Kemanusian dalam Pilkada


IMG-20180402-WA0049

karya kang: @ibnuharits99

Saat bingung menentukan sarapan pagi dengan menu apa, soto menjadi makanan yang paling enak untuk santap. Itu yang aku rasakan setelah selesai dengan sendokan terakhir. Di atas meja makan, jika kudapan semakin cepat menyisakan mangkuk-mangkuk kosong, itu artinya, rekomendasi warung makan oleh seseorang di anggap mak-nyus. Gogorlah orang yang paling berjasa, menggiring kami ke warung legendaris soto Lamongan di depan kantor kecamatan pacet. Baca lebih lanjut