Mudik dan Pesan Dari Langit


IMG-20180402-WA0049

karya kang: @ibnuharits99

Di desa saya, kebudayaan, “Monggo pinarak?’ masih sering kita jumpai dari pintu ke pintu. Simbol dari romantisme hidup berdusun-dusun di tengah zaman perkotaan yang semakin tidak mengenal manusia. Dan berjarak. Aku menaruh hati dan hormat kepada seseorang yang mau bersaudara meskipun tidak sedarah.  Sedang Allah mengirimkan kabar dari langit tentang persaudaraan silaturohim via surah Al Hujarat.  ila lita’aarofuu’. Yang garis besar informasinya, ‘Agar kamu saling mengenal.’ Mudik ke desa, salah satu prestasi terbesar manusia abad modern adalah mendalami kembali apa arti hidup. Merenungkan kembali betapa dahsyat kebudayaan desanya.   Baca lebih lanjut

Iklan

Betapa Gentingnya Pasca ‘Kultural Mudik’


IMG-20180402-WA0049

karya kang: @ibnuharits99

Dalam adagium masyarakat jawa: tidak perlu menunggu usia senja dan sekarat untuk memilih keabadian rohani. Dan salah satu metode penginsafan adalah memaafkan diri sendiri. Berziarah dengan masa lampau. Lebaran kemarin saya sungguh tidak bisa duduk thengak-thenguk. Saya ider. Mengentuk dari pintu ke pintu ‘angon dosa’ untuk mengaku sebagai hamba yang paling durjana di tengah kerumunan masa. Bersalaman kepada seluruh warga kampung. Betapa nikmatnya mengucap maaf. Bertekuk lutut dihadapan orang tua dan sesepuh kampung yang juga bersedia me-maafkan. Baca lebih lanjut

Serdadu Di Bawah Bukit


#BloggerTanahJawa

notedcupu.com

Dia masih tetap misterius. Jarang sekali ada yang mengetahui apa tujuannya. Kepulanganya ke desa kali ini tanpa cangkingan kardus bekas berisi oleh-oleh. Di punggungnya gendong tas ransel. Apa yang ada di dalam tas ranselnya tetap menghidupkan tradisi jawa. Rawatlah bungkusnya, perhatikan betul isinya. Kedua tas itu bisa menimbulkan gelombang potensi harapan. Selain dia pulang kepada keluarganya, dia telah lama di tunggu juga, oleh pemilik harapan kaum serdadu di bawah bukit. Baca lebih lanjut

Dua Wajah Untuk Ramadhan dan Lebaran


notedcupu of art

notedcupu of art

Kita hidup di zaman, dimana punya kampung halaman itu bisa di banggakan, ketika menjelang lebaran datang. Di seluruh negara muslim yang ada di dunia, hanya kita yang menjalankan tradisi mudik setelah menjalankan ibadah puasa. Yah, rasanya setelah melewati jalan panjang mengikui rangkaian puasa, afdol banget setelah di ujung sana, kita di pertemukan pada tradisi yang sama. Mudik. Baca lebih lanjut