Mudik Dan Merenungkan Kembali Pemikiran Islam Kita


IMG-20180402-WA0049

karya kang: @ibnuharits99

Dengan ringkas. Aku menghaturkan teramat khusus lewat tulisan ini — tentu sampean-sampan semua akan setuju jika mengucap terimakasih kepada Kh. Abdul Wahah Chasbullah. Karena pada tahun 1948 telah merintis sekaligus menggagas istilah ‘halal-bi-halal’. Ritus budaya mudik setahun sekali yang sekarang kami petik buahnya dan mensyukurinya sesudah melepas rindu dengan keluarga di desa. Di lapisan masyarakat dusun, punggawa Mangkunegara satu beserta jajaran keraton turut serta membuka jalan peradaban dengan memberi contoh sikap welas asih dengan saling memberi maaf. Aku kok meyakini, sepertinya nukleus budaya ‘islam jawa berpeci’ lahir dari peristiwa indah ini. Baca lebih lanjut

Iklan

Dua Jagoan Yang Menembus Bidikmisi


INI mereka berdua, Sandra dan Dina, pas abis belajar makannya rakus

INI mereka berdua, Sandra dan Dina, pas abis belajar makannya rakus

Selepas gue sholat magrip. Jam lima lebih tiga puluh menit. Gue melepas sarung. Lalu bergegas menyalahkan motor metik tua. Baru beberapa meter jalan, dada gue deg–degan, ini yang ikut ujian bidik misi siapa, tapi malah gue yang mulai yang was-was. Sore kemarin, adalah hari penentun, antara dua pilihan. Jika Sandra dan Dina lolos seleksi jalur undangan rapot, yang sekarang namanya SNM-PTN, artinya gue lolos dari beban biayain kuliah mereka berdua. Jika mereka ndak lolos, siap-siap deh, gue bakal jadi cowok kere, seadanya. Baca lebih lanjut

Kehilangan Untuk Merelakan


Saat umur semakin tua renta, saat itu juga daya ingat yang menempel di otak kepala kita, perlahan-lahan akan luntur. Penyakit lupa setengah pikun ini, bisa menyerang siapa saja. Ora pandang usia, bisa embah-embah, bisa anak muda, atau kakek-kakek yang sudah buyuten. Gue misalnya, sewaktu pulang kuliah yang sudah sangat larut malam, kadang naruh kunci kontak lamborghini sembarangan. Lalu ke esokan paginya, sewaktu mau berangkat kerja, nyari kontak sampek mbe-mbeki, dengan mimik muka: ya tuhan, aku pikun. Baca lebih lanjut

#Sruduk follow


Akun twitter Boedi.S. Totoraharjo@boedinstitute

 

Ini alasan kenapa saya tak memasang tombol follow pada widget blog ini ??

Lagi ada ganguan pemasangan tombol follow akun twitter, dan setelah saya cek di searcing twitter, ternyata ada nama akun username yang sama, alias ada yang nyamain, @boediinstitute, kayaknya ini tak lepas dari akun twitterku yang lama dan tak terpakek itu, jadi setiap di searcing @boediinstitute selalu muncul akun twitterku yang lama itu, jadi bikin sebel. Barang bekas yang selalu ganggu. Sayangnya gak ada tong sampahnya sih. Baca lebih lanjut