Menjadi Bangga di Kota Panggul


Dokumen: @cupunited

Dokumen @cupunited: Jalan Protokol Panggul, sedang lengah 19 Desember 2014

Kota kecil. Setelah jalan setapak yang membelah pegunungan di benahi, lalu dilebarkan, area negeri kincir angin ini semakin berdenyut. Sepagi ini, saat embun belum mengering dari pucuk dedaunan, dan pedagang sayur gerobak yang sudah lalu lalang, tidak ada pemandangan kemacetan. Jalan protokol yang masih satu arah, belum tertanami lampu trafik light, lantaran jumlah penduduknya tidak sebanyak dengan jumlah kendaraan yang beredar. Ini bukan kota sekelas metropolitan, juga bukan, kota yang terus bergerak sepanjang siang dan malam. Baca lebih lanjut

Iklan

Nenek_ku Lebih Hebat Dari “Rambo”


Orang-orang zaman dulu itu memang panjang-panjang umurnya ya, usianya saja bahkan  mayoritas sampai ratusan tahun. Hebat, karuniamu Ya Allah. Bandingkan saja dengan zaman sekarang, era-nya  kemajuan tehnologi bahan makanan serba berbahan kimia, padi di sawah saja sudah pakai pestisida, seharusnya pakai pupuk  organic kan bisa, semacam pupuk kandang. Pupuk yang langsung di ambil dari peternak, alami kan.

Di era sekarang ini jadi serba Si malakama ? kalau gak makan, keliren (kelaperan, ekstrimnya mati kelaparan)  kata orang jawa bilang, kalau makan ngimbas tu bahan-bahan kimia ke tubuh. Yang penting pola hidup sehat aja deh, rajin-rajin olah raga gitu tiap hari, asal bukan olah raga main catur. Baca lebih lanjut