Fenomena ‘Kegenitan’ Ulama Perkotaan


IMG-20180402-WA0049

karya kang: @ibnuharits99

Jam lima sore Harjo keluar dari gedung kantor tempatnya bekerja dengan wajah jengkel. Lengan bajunya ngeluntung sampai siku-siku. Baju kemeja abu-abunya luput dari sentuhan rapi setrika cap jago. Saya tidak tahu sebab-sebabnya. Apakah bentuk pelayanan ekpresinya itu karena ulah berita ‘bad news’ koran sore dari yang dia baca?. Atau-kah, kepala dia terbakar oleh ‘postingan-postingan umup’ di media sosial yang dia santap?. Atau kemungkinan yang terakhir: kepalanya sudah terlanjur di taburi oleh penceramah-penceramah ‘jembut jagung’ abad perkotaan?. Apa yang membuatnya rahangnya mengeras?. Sampai-sampai kepalan tangannya juga ikut mengepal bagai hendak menyikat Abu Jahal. Baca lebih lanjut

Iklan

Novel Baswedan dan Kisah Wali Subuh


 

#BloggerTanahJawa

notedcupu.com

Harjo tidak bisa bersenda gurau. Sebagian tenaganya, ia sisisih kan kepada masing-masing ekpresi kegeraman. Sepanjang jalan menuju ke surau bersama Kiai kenduri, mulutnya diam seribu bahasa. Tidak ada keceriaan di waktu menjelang tergelincirnya matahari. Wajahnya sungguh tidak sedap di pandang. Jika wajah Rosuluwllah terkenal dengan wajahnya yang bassam. Tersenyum ramah. Wajah sebal itu, berada jauh ribuan kilo mater dari wajah ramah, Kanjeng Nabi Muhamad S.A.W Baca lebih lanjut