Trenggalek Bukan Jakarta


IMG-20180402-WA0049

karya kang: @ibnuharits99

Mbah Yai Tresno itu sudah bercerita banyak kepada Harjo. Bahwa, orang-orang yang datang pada malam duka itu, bukan penduduk asli sana. Mereka hanya sebatas kenal sebagai pendatang. Dan, hanya sebatas ikut berbela sungkawa layaknya hidup berdusun-dusun.  Inalilahi wainailali rojiun.., ada yang berpulang kepada sang khalik pada malam itu, saudara jauh dari ibu — kakak iparnya — mbah yai tresno. Karena mbah yai hidup ‘menggelandang’ di ibu kota, dan keluarganya ada di desa, maka untuk mencapai rumah duka, kemudian di cangkeng-lah Gus-Gus dan Harjo. Baca lebih lanjut

Iklan

Kisah Kebudayaan Alhamdulillah Mementung Si Hanya


IMG-20180402-WA0049

karya kang: @ibnuharits99

Saya sedang enak-enaknya menyantap kudapan di lantai teratas sebuah institusi. Si tamu yang datang itu bebarengan dengan sebutir nasi terakhir yang baru saja lenyap saya bersihkan. Bayangkan, andai saja ia datang di awal-awal sebelum saya makan siang, kisahnya bisa senasip dengan lalapan godong kates putrowali yang amat, maaf — pait nyetak. Toh, meskipun rasanya pahit tetap saja dibutuhkan karena hidup berada di dua wilayah itu. Enak dan tidak enak. Baca lebih lanjut

Kyai Gatilut Nladung Wartawan


IMG-20180402-WA0049

karya kang: @ibnuharits99

Pada hari libur pendek di sebuah desa Darmogandul diadakan kerja bakti. Warga dusun Darmogandul dari anak-anak, remaja, bapak-bapak sampai mbah-mbah turun serta membersihkan area perkampungan itu. Di desa itu, dihuni bermacam-macam latar belakang pekerjaan:  dari seorang lurah, guru, wartawan, pedagang. Namun yang paling banyak adalah seorang petani ‘kontrak’ penggarap sawah. Jam delapan dimulai, disepakati area kerja bakti membersihan kalenan, dan rumput liar di seberang jalan masjid Al-Asmaradhana kampung. Semua hadir pada pagi yang sejuk itu. Baca lebih lanjut

Sesobek Catatan dari Desa Untuk Indonesia


IMG-20180402-WA0049

karya kang: @ibnuharits99

Menjelang tergelincirnya waktu subuh, datanglah sepasang tamu suami istri yang sungguh tergesa-gesa. Di depan pintu yang sudah terbuka sesudah ayam jantan berkokok itu, tedengar suara ketukan, ‘tok.. tok… tok… tok’ di susul teriakan psikologis ‘kulo nuhun’ berkali kali. Sebagaimana ciri khas seseorang meminta bantuan. Simbok dan Bapak-lah yang kemudian menyongsongnya di depan pintu. Kemudian menyilahkan si tamu itu segera masuk. Simbok segera pergi ke pawon membuat suguhan teh hangat.   Baca lebih lanjut

Dua Wajah Untuk Ramadhan dan Lebaran


notedcupu of art

notedcupu of art

Kita hidup di zaman, dimana punya kampung halaman itu bisa di banggakan, ketika menjelang lebaran datang. Di seluruh negara muslim yang ada di dunia, hanya kita yang menjalankan tradisi mudik setelah menjalankan ibadah puasa. Yah, rasanya setelah melewati jalan panjang mengikui rangkaian puasa, afdol banget setelah di ujung sana, kita di pertemukan pada tradisi yang sama. Mudik. Baca lebih lanjut