Surat Cinta Kepada Sejarah


karya kang: @ibnuharits99

Oleh Allah Swt, Kanjeng Nabi Muhammad Saw, pada saat itu diberi keluasaan cinta dan ilmu. Jika sampean sulit sekali memahami seseorang di lingkungan sekitarmu dengan ilmu, dengan akal, dengan rasionalitas, dan perangkat wilayah ilmu. Cukup dekati, cukup pahami, orang-orang semacam itu dengan keluasaan cinta. Karena itulah inti dari islam. masyarakat kita itu dari era-ke-era, dari desa-ke-desa jauh di lubuk hatinya  ‘yanzhuruuma ilal ummah bi’ainir rahmah,’ masyarakat yang menampung keganasan pemimpin-pemimpinnya dengan kaca mata kasih sayang. Baca lebih lanjut

Iklan

Fenomena ‘Kegenitan’ Ulama Perkotaan


IMG-20180402-WA0049

karya kang: @ibnuharits99

Jam lima sore Harjo keluar dari gedung kantor tempatnya bekerja dengan wajah jengkel. Lengan bajunya ngeluntung sampai siku-siku. Baju kemeja abu-abunya luput dari sentuhan rapi setrika cap jago. Saya tidak tahu sebab-sebabnya. Apakah bentuk pelayanan ekpresinya itu karena ulah berita ‘bad news’ koran sore dari yang dia baca?. Atau-kah, kepala dia terbakar oleh ‘postingan-postingan umup’ di media sosial yang dia santap?. Atau kemungkinan yang terakhir: kepalanya sudah terlanjur di taburi oleh penceramah-penceramah ‘jembut jagung’ abad perkotaan?. Apa yang membuatnya rahangnya mengeras?. Sampai-sampai kepalan tangannya juga ikut mengepal bagai hendak menyikat Abu Jahal. Baca lebih lanjut

Mengetuk Pintu Langit


IMG-20180402-WA0049

karya kang: @ibnuharits99

Pada hari libur sabtu dan minggu yang lalu, allhamdulillah, aktivitas bangun pagiku di penuhi oleh kemerdekaan hidup. Sesudah membersihkan badan, pagi itu, aku asyik mengurung diri di dalam rumah. Aku larut dalam kenikmatan, memanjakan diri dengan membaca buku dan di temani secangkir kopi. Sinambi leyeh-leyeh, aku terus membolak-balikan halaman buku terbarunya mbah kakung sujiwo tedjo, ‘Tuhan Maha Asyik’. Jika di rasa-rasa, bacaan ku melelahkan dan agak berat. Aku pun menggantinya dengan menyimak novel karangan Mas Phutut terbaru, ‘Para Bajingan Yang menyenangkan’. Baca lebih lanjut